Jakarta

Kurma Perlu Dicuci Sebelum Dimakan? Ini Penjelasannya

Anggerhana Denni Rahmawati | 25 Februari 2026, 09:22 WIB
Kurma Perlu Dicuci Sebelum Dimakan? Ini Penjelasannya
Buah kurma yang jadi primadona di bulan Ramadhan. (Freepik)

AKURAT JAKARTA - Kurma menjadi salah satu buah yang paling diburu ketika Ramadhan di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia.

Buah manis ini hampir selalu hadir sebagai menu pembuka saat berbuka puasa setiap hari.

Permintaannya pun meningkat tajam menjelang dan selama bulan suci Ramadhan.

Baca Juga: Gubernur Pramono Perintahkan Dinas Citata Selidiki Izin 397 Lapangan Padel di Jakarta, Tak Punya PBG Akan Dikenakan Sanksi Tegas

Namun, di balik rasanya yang manis dan tampilannya yang mengilap, ada hal penting yang perlu diperhatikan.

Banyak orang langsung menyantap kurma tanpa mencucinya terlebih dahulu.

Padahal, kebiasaan sederhana ini bisa berpengaruh pada kebersihan dan kesehatan.

Baca Juga: Pastikan Pembongkaran 109 Tiang Monorel Mangkrak di Jl Rasuna Said Telah Selesai, Gubernur Pramono Targetkan Penataan Lanjutan Rampung Juni 2026

Secara umum, kurma memang terlihat bersih dan siap santap saat dibeli.

Apalagi jika dikemas dengan rapi dalam wadah tertutup yang tampak higienis.

Tetapi proses perjalanan kurma tidak sesederhana yang terlihat di etalase toko.

Baca Juga: Pemkab Tangerang Bersama Forkopimda Gelar Rapat Kesiapan Operasi Pengamanan dan Pengaturan Lalu Lintas Angkutan Tambang

Kurma biasanya dipanen di negara beriklim kering lalu didistribusikan ke berbagai negara.

Selama proses panen, penyortiran, hingga pengemasan, kurma bisa terpapar debu dan kotoran.

Belum lagi proses pengiriman jarak jauh yang memakan waktu cukup lama.

Baca Juga: Prediksi Skor Atalanta vs Borussia Dortmund di UCL, 26 Februari 2026: Mampukah La Dea Bangkit di Bergamo?

Paparan tersebut membuat kurma berisiko terkontaminasi secara fisik, kimia, maupun biologis.

Kontaminasi fisik bisa berupa debu, pasir, atau serpihan kecil yang menempel di permukaan.

Kontaminasi kimia dapat berasal dari sisa pestisida atau bahan lain saat proses budidaya.

Baca Juga: Prediksi Skor Juventus vs Galatasaray di UCL, 26 Februari 2026: Mustahilkah Bianconeri Comeback di Turin?

Sementara itu, kontaminasi biologis dapat muncul dari ragi dan jamur jika penyimpanan kurang baik.

Karena itu, mencuci kurma sebelum dimakan menjadi langkah pencegahan yang sederhana.

Air hangat dapat membantu mengurangi sisa kotoran dan kemungkinan residu bahan kimia.

Baca Juga: Prediksi Skor Paris Saint-Germain vs AS Monaco di UCL, 26 Februari 2026: Duel Penentu Duo Ligue 1 Menuju 16 Besar

Tidak ada jaminan bahwa kurma sudah dicuci dengan air bersih sebelum dikemas.

Air yang digunakan dalam proses produksi pun belum tentu selalu mengalir dan higienis.

Terutama untuk kurma curah yang dijual tanpa kemasan tertutup rapat.

Baca Juga: Prediksi Skor Real Madrid vs Benfica di UCL, 26 Februari 2026: Misi Los Blancos Mengunci Tiket 16 Besar

Selain dicuci, cara penyimpanan juga penting untuk menjaga kualitas kurma.

Salah satu metode yang disarankan adalah menyimpan kurma dalam kondisi beku.

Pembekuan dapat memperlambat pertumbuhan mikroorganisme dan menjaga kesegarannya lebih lama.

Baca Juga: Persiapkan Mutu Siswa, Disdik Kabupaten Tangerang Sosialisasi TKA 2026 Kepada 2.000 Guru SD

Langkah mencuci kurma sebenarnya tidak memerlukan waktu yang lama.

Cukup bilas dengan air hangat mengalir, lalu tiriskan sebelum disajikan.

Kebiasaan kecil ini bisa membantu menjaga kesehatan selama menjalani ibadah puasa.

Baca Juga: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih, Maesyal-Intan Tekankan Peran Strategis Inspektorat Kabupaten Tangerang

Jadi, sebelum menikmati manisnya kurma saat berbuka di bulan Ramadhan, pastikan sudah mencucinya.

Upaya sederhana ini menjadi bentuk ikhtiar menjaga kebersihan dan kesehatan keluarga. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.