Wajib Tahu! Aturan Pakaian Ihram yang Sering Disalahartikan

AKURAT JAKARTA - Saat berada di Tanah Suci, jemaah laki-laki diwajibkan mengenakan pakaian ihram berupa dua lembar kain tanpa jahitan yang menutup tubuh bagian tertentu.
Namun, masih banyak yang bertanya-tanya apakah penggunaan celana dalam diperbolehkan demi kenyamanan.
Secara aturan, laki-laki yang sedang dalam kondisi ihram tidak diperbolehkan mengenakan pakaian yang berjahit dan mengikuti bentuk tubuh, termasuk celana dalam.
Hal ini merujuk pada hadis Rasulullah SAW:
"Janganlah memakai baju, sorban, celana, penutup kepala, dan sepatu yang menutupi mata kaki." (HR. Bukhari & Muslim).
Larangan ini bertujuan untuk menanamkan nilai kesederhanaan dan kesetaraan, di mana semua jemaah tampil sama tanpa perbedaan status sosial yang terlihat dari pakaian.
Meski demikian, sebagian jemaah mungkin merasa tidak nyaman jika harus melepas pakaian dalam, terutama saat beraktivitas di tengah cuaca panas dan keramaian.
Baca Juga: Bukan Cuma Susu, Ini Sumber Vitamin D untuk Tubuh Sehat
Namun, jika kamu tetap memakainya tanpa alasan yang dibenarkan, maka ada konsekuensi berupa kewajiban membayar denda (dam).
Dalam kitab Al-Fiqh Al-Manhaji, dijelaskan bahwa memakai pakaian berjahit termasuk pelanggaran dalam ihram.
Jika dilakukan karena kebutuhan mendesak seperti kondisi medis, maka kamu tetap harus memilih konsekuensi, seperti menyembelih kambing, memberi makan enam orang miskin, atau berpuasa selama tiga hari.
Agar tetap nyaman tanpa melanggar aturan, ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan.
Pertama, gunakan sabuk ihram agar kain tetap kuat dan tidak mudah lepas saat bergerak.
Kedua, oleskan pelembap tanpa aroma di area yang rawan gesekan untuk mencegah iritasi.
Ketiga, gunakan teknik lipatan kain yang tepat agar sirkulasi udara tetap baik dan tubuh tetap nyaman.
Baca Juga: Wajib Masuk Bucket List! 6 Destinasi Menyelam Terindah di Dunia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Parma vs Udinese di Serie A, 29 Oktober 2026: Misi Keluar dari Tren Buruk
- 2Prediksi Skor Freiburg vs Wolfsburg di DFB-Pokal, 29 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Buruk?
- 3Prediksi Skor Bournemouth vs Aston Villa di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Duel Dua Tim yang Sedang Panas
- 4Prediksi Skor Fulham vs Crystal Palace di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Momentum Kebangkitan Tuan Rumah Diuji
- 5Prediksi Skor AC Monza vs Napoli di Serie A, 29 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Partenopei di Markas Brianzoli
- 6Prediksi Skor SC Paderborn vs Stuttgart di DFB-Pokal, 29 Oktober 2026: Kesempatan Tuan Rumah Membalas Kekalahan
- 7Prediksi Skor Sunderland vs Brentford di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Misi Bangkit demi Tiket Perempat Final
- 8Prediksi Skor Bayer Leverkusen vs FC Nurnberg di DFB-Pokal, 29 Oktober 2026: Mampukah Die Werkself Taklukan Tim Kasta Kedua dengan Mudah?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







