Jangan Terburu-buru Kurus Setelah Melahirkan, Tubuh Masih Butuh Waktu untuk Pulih

AKURAT JAKARTA - Keinginan untuk kembali memiliki berat badan seperti sebelum hamil menjadi hal yang wajar bagi banyak ibu setelah melahirkan.
Namun, keinginan tersebut sering kali membuat sebagian orang tergoda menjalani diet ketat atau berolahraga terlalu cepat, padahal tubuh masih membutuhkan waktu untuk pulih.
Masa setelah persalinan merupakan periode penting bagi tubuh untuk memperbaiki berbagai perubahan yang terjadi selama kehamilan.
Apalagi bagi ibu yang menyusui, kebutuhan nutrisi tetap tinggi karena tubuh juga harus memproduksi ASI bagi bayi.
Karena itu, para ahli menyarankan agar penurunan berat badan dilakukan secara bertahap, bukan dengan cara instan yang berisiko mengganggu proses pemulihan maupun produksi ASI.
Secara umum, penurunan berat badan yang aman berkisar sekitar 0,5 kilogram per minggu.
Tubuh biasanya memerlukan waktu sekitar enam hingga dua belas bulan untuk kembali mendekati kondisi sebelum kehamilan.
Salah satu cara alami yang dapat membantu proses tersebut adalah menyusui.
Aktivitas ini diketahui dapat membakar sekitar 400 hingga 500 kalori setiap hari.
Selain membantu penggunaan energi, hormon oksitosin yang dilepaskan saat menyusui juga berperan dalam membantu rahim berkontraksi sehingga proses pemulihan berlangsung lebih baik.
Baca Juga: BTS Memilih Absen dari Grammy 2027, Ada Pesan Besar di Balik Keputusan yang Mengejutkan
Meski ingin berat badan turun, ibu tidak dianjurkan mengurangi porsi makan secara berlebihan.
Yang lebih penting adalah mengatur pola makan agar kebutuhan gizi tetap terpenuhi.
Sarapan sebaiknya tidak dilewatkan agar rasa lapar lebih terkendali sepanjang hari.
Pola makan dengan porsi kecil tetapi lebih sering juga dapat membantu menjaga energi, terutama ketika aktivitas mengurus bayi cukup padat.
Asupan protein dan serat, seperti telur, ikan, oat, serta sayuran hijau, dapat memberikan rasa kenyang lebih lama sekaligus memenuhi kebutuhan nutrisi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Parma vs Udinese di Serie A, 29 Oktober 2026: Misi Keluar dari Tren Buruk
- 2Prediksi Skor Freiburg vs Wolfsburg di DFB-Pokal, 29 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Buruk?
- 3Prediksi Skor Bournemouth vs Aston Villa di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Duel Dua Tim yang Sedang Panas
- 4Prediksi Skor Fulham vs Crystal Palace di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Momentum Kebangkitan Tuan Rumah Diuji
- 5Prediksi Skor AC Monza vs Napoli di Serie A, 29 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Partenopei di Markas Brianzoli
- 6Prediksi Skor SC Paderborn vs Stuttgart di DFB-Pokal, 29 Oktober 2026: Kesempatan Tuan Rumah Membalas Kekalahan
- 7Prediksi Skor Sunderland vs Brentford di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Misi Bangkit demi Tiket Perempat Final
- 8Prediksi Skor Bayer Leverkusen vs FC Nurnberg di DFB-Pokal, 29 Oktober 2026: Mampukah Die Werkself Taklukan Tim Kasta Kedua dengan Mudah?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!








