Ketika Like dan Penonton Jadi “Hadiah”, Kasus Ganfan Yingying di China Ungkap Sisi Gelap Mukbang

AKURAT JAKARTA - Kematian kreator konten makanan asal China, Ganfan Yingying, menjadi gambaran tragis tentang bagaimana tuntutan membuat konten dapat membawa seseorang semakin jauh dari batas kemampuan tubuh.
Di balik popularitas dan 1,2 juta pengikutnya, Yingying menjalani kebiasaan makan dalam jumlah besar dan memuntahkan kembali makanan yang dikonsumsi.
Yingying yang memiliki nama asli Chen Ziyi meninggal pada 17 Agustus 2026 dalam usia 24 tahun.
Kabar kematiannya menjadi perhatian publik setelah akun-akun miliknya di platform video pendek dihapus pada 7 September 2026.
Tiga hari sebelum meninggal, Chen sempat membagikan kondisi kesehatannya.
Dalam unggahan tersebut terlihat bekas infus di tangannya.
Ia juga menyebut kadar kalium dalam darahnya berada di kisaran 2,3-2,5 milimol per liter, sementara batas normal minimumnya sekitar 3,5 milimol per liter.
Chen mengakui kebiasaan begadang, makan dalam jumlah besar, serta berulang kali memuntahkan makanan setelah makan telah membuat kondisi fisiknya semakin terkuras.
Di sinilah kasus tersebut dapat dilihat dari sisi psikologi.
Perilaku yang sebenarnya berisiko dapat terus dipertahankan ketika seseorang memperoleh penguatan dari lingkungan.
Baca Juga: Awalnya Khawatir Jadi Minoritas, Mahasiswa Non-Muslim Ini Justru Nyaman Kuliah S3 di UIN Jakarta
Dalam dunia media sosial, perhatian penonton, jumlah tayangan, komentar, popularitas, hingga pendapatan dapat menjadi bentuk penghargaan yang membuat sebuah perilaku semakin sering dilakukan.
Ketika respons penonton menjadi penguat
Sebagai kreator makanan, Chen dituntut menghasilkan konten yang mampu menarik perhatian.
Dalam beberapa siaran, ia bahkan mengonsumsi makanan dalam jumlah yang sangat besar.
Saat mempromosikan telur pitan, misalnya, Chen pernah mengaku mengonsumsi sekitar 60 hingga 70 butir dalam satu sesi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Athletic Bilbao vs Getafe di La Liga, 25 Oktober 2026: Mampukah Los Leones Akhiri Tren Negatif?
- 2Prediksi Skor Cagliari vs Bologna di Serie A, 24 Oktober 2026: Siapakah yang Akan Kembali ke Jalur Kemenangan?
- 3Prediksi Skor Atalanta vs Frosinone di Serie A, 25 Oktober 2026: Misi La Dea Menghentikan Kejutan Tim Promosi
- 4Prediksi Skor Genoa vs Venezia di Serie A, 25 Oktober 2026: Mampukah Lagunari Lanjutkan Kejutan?
- 5Prediksi Skor Crystal Palace vs Newcastle United di Premier League, 25 Oktober 2026: Mampukah The Eagles Manfaatkan Kerapuhan Pertahanan The Magpies?
- 6Prediksi Skor Alaves vs Malaga di La Liga, 24 Oktober 2026: Misi Bangkit Tuan Rumah di Tengah Ancaman Zona Bawah
- 7Prediksi Skor Torino vs AC Monza di Serie A, 24 Oktober 2026: Mampukah Il Toro Lanjutkan Tren Positif?
- 8Prediksi Skor Real Sociedad vs Levante di La Liga, 26 Oktober 2026: Mampukah La Real Lanjutkan Tren Kemenangan?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!








