Jakarta

Demam Sudah Hilang, Tapi Influenza Masih Bisa Menular: Kapan Anak Boleh Sekolah?

Anggerhana Denni Rahmawati | 1 Oktober 2026, 21:15 WIB
Demam Sudah Hilang, Tapi Influenza Masih Bisa Menular: Kapan Anak Boleh Sekolah?
Aturan kapan anak sebaiknya kembali sekolah setelah influenza. - Magnific

AKURAT JAKARTA - Ketika anak terserang influenza, salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah kapan ia boleh kembali ke sekolah.

Sekilas, jawabannya mungkin sederhana: tunggu sampai demam turun.

Namun, kondisi tersebut ternyata belum cukup untuk memastikan anak tidak lagi berpotensi menularkan virus kepada teman-temannya.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), anak dapat kembali ke sekolah setelah setidaknya 24 jam memenuhi dua kondisi, yaitu tidak mengalami demam tanpa menggunakan obat penurun panas dan gejala pernapasan secara keseluruhan sudah membaik.

Rekomendasi serupa juga disampaikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Artinya, orang tua tidak perlu menunggu sampai seluruh virus influenza benar-benar hilang dari tubuh sebelum anak kembali beraktivitas.

Pasalnya, influenza masih dapat menular sekitar 5–7 hari setelah gejala muncul.

Risiko penularan memang cenderung lebih tinggi ketika anak masih mengalami demam, tetapi bukan berarti langsung berhenti setelah suhu tubuh kembali normal.

Inilah alasan batas 24 jam bebas demam digunakan sebagai patokan praktis untuk kembali beraktivitas.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa gejala akut sudah mereda dan risiko penularan secara umum mulai menurun, bukan menjadi tanda bahwa anak sudah sepenuhnya terbebas dari virus.

Baca Juga: Lolos Passing Grade SKD Sekolah Kedinasan 2026 Belum Tentu Aman, Ini Tahap Berikutnya

Karena masih ada kemungkinan penularan setelah kembali ke sekolah, masa pemulihan menjadi tahap yang tetap perlu diperhatikan.

Anak sebaiknya diajarkan menutup mulut dan hidung menggunakan tisu atau lipatan siku ketika batuk dan bersin.

Kebiasaan mencuci tangan juga perlu diperketat, terutama setelah batuk, bersin, atau menyentuh wajah.

Orang tua juga dapat mempertimbangkan penggunaan masker selama beberapa hari setelah anak kembali ke sekolah, terutama ketika berada di ruang kelas yang padat.

Kontak dekat dengan teman juga sebaiknya dikurangi apabila kondisi anak belum benar-benar pulih.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.