Demam Sudah Hilang, Tapi Influenza Masih Bisa Menular: Kapan Anak Boleh Sekolah?

AKURAT JAKARTA - Ketika anak terserang influenza, salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah kapan ia boleh kembali ke sekolah.
Sekilas, jawabannya mungkin sederhana: tunggu sampai demam turun.
Namun, kondisi tersebut ternyata belum cukup untuk memastikan anak tidak lagi berpotensi menularkan virus kepada teman-temannya.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), anak dapat kembali ke sekolah setelah setidaknya 24 jam memenuhi dua kondisi, yaitu tidak mengalami demam tanpa menggunakan obat penurun panas dan gejala pernapasan secara keseluruhan sudah membaik.
Rekomendasi serupa juga disampaikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).
Artinya, orang tua tidak perlu menunggu sampai seluruh virus influenza benar-benar hilang dari tubuh sebelum anak kembali beraktivitas.
Pasalnya, influenza masih dapat menular sekitar 5–7 hari setelah gejala muncul.
Risiko penularan memang cenderung lebih tinggi ketika anak masih mengalami demam, tetapi bukan berarti langsung berhenti setelah suhu tubuh kembali normal.
Inilah alasan batas 24 jam bebas demam digunakan sebagai patokan praktis untuk kembali beraktivitas.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa gejala akut sudah mereda dan risiko penularan secara umum mulai menurun, bukan menjadi tanda bahwa anak sudah sepenuhnya terbebas dari virus.
Baca Juga: Lolos Passing Grade SKD Sekolah Kedinasan 2026 Belum Tentu Aman, Ini Tahap Berikutnya
Karena masih ada kemungkinan penularan setelah kembali ke sekolah, masa pemulihan menjadi tahap yang tetap perlu diperhatikan.
Anak sebaiknya diajarkan menutup mulut dan hidung menggunakan tisu atau lipatan siku ketika batuk dan bersin.
Kebiasaan mencuci tangan juga perlu diperketat, terutama setelah batuk, bersin, atau menyentuh wajah.
Orang tua juga dapat mempertimbangkan penggunaan masker selama beberapa hari setelah anak kembali ke sekolah, terutama ketika berada di ruang kelas yang padat.
Kontak dekat dengan teman juga sebaiknya dikurangi apabila kondisi anak belum benar-benar pulih.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Irlandia vs Austria di UNL, 2 Oktober 2026: Duel Dua Tim dengan Modal Kemenangan
- 2Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di UNL, 30 September 2026: Mampukah The Tartan Army Hentikan Nati?
- 3Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di UNL, 30 September 2026: Memburu Kemenangan Pertama di Ljubljana
- 4Prediksi Skor Luksemburg vs Islandia di UNL, 30 September 2026: Red Lions Ingin Pertahankan Momentum
- 5Prediksi Skor Slovakia vs Kazakhstan di UNL, 30 September 2026: Bisakah The Falcons Hentikan Dominasi Lawan?
- 6Prediksi Skor Wales vs Norwegia di UNL, 2 Oktober 2026: Mampukah The Dragons Bangkit di Cardiff?
- 7Prediksi Skor Komoro vs Namibia di Kualifikasi Piala Afrika 2027, 29 September 2026: Tuan Rumah Punya Modal Kuat di Moroni
- 8Prediksi Skor Bulgaria vs Estonia di UNL, 30 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit di Kandang?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







