Jakarta

Harapan Baru Penyintas Kanker, Kenali Terapi Stadium Lanjut dan Solusi Rekonstruksi Payudara

Yusuf Doank | 27 Oktober 2026, 07:05 WIB
Harapan Baru Penyintas Kanker, Kenali Terapi Stadium Lanjut dan Solusi Rekonstruksi Payudara
Dokter Spesialis Bedah Onkologi Eka Hospital BSD, Dr. dr. Sonar Soni Panigoro, Sp.B. Subsp. Onk. (K) M.Epid, MARS,

AKURAT JAKARTA — Didiagnosis menderita kanker payudara stadium lanjut kerap membuat pasien merasa putus asa. Namun, seiring pesatnya perkembangan dunia kedokteran modern, kondisi tersebut tidak lagi berarti akhir dari segalanya.

Kini, tersedia pendekatan penanganan komprehensif, mulai dari terapi terkini untuk kanker stadium lanjut hingga prosedur rekonstruksi payudara guna memulihkan kualitas hidup dan mental pasien secara menyeluruh.

Dokter Spesialis Bedah Onkologi Eka Hospital BSD, Dr. dr. Sonar Soni Panigoro, Sp.B. Subsp. Onk. (K) M.Epid, MARS, menjelaskan bahwa pengobatan kanker payudara stadium lanjut kini tidak hanya berfokus untuk memperpanjang angka harapan hidup.

Tetapi juga mengendalikan penyebaran sel kanker serta memastikan pasien bebas dari rasa nyeri.

"Pada stadium lanjut, fokus terapi bergeser pada pendekatan memperlambat penyebaran sel kanker hingga membuat kanker masuk ke fase remisi atau tidak aktif," ujar dr Sonar, Senin (26/10).

Dalam dunia medis, kanker payudara stadium lanjut terbagi menjadi dua fase, yaitu Stadium III (sel kanker membesar dan menyebar luas ke kelenjar getah bening ketiak).

Serta kedua Stadium IV / Metastasis (sel kanker menyebar ke organ vital seperti tulang, paru-paru, hati, atau otak).

Untuk menangani kondisi ini, dunia medis modern menerapkan terapi personal yang disesuaikan dengan hasil biopsi pasien, di antaranya:

Terapi Sistemik (Kemoterapi): Melacak dan menghancurkan sel kanker yang menyebar lewat aliran darah.

Terapi Target (Targeted Therapy): Menggunakan obat khusus (seperti bagi kasus HER2 positif) yang bekerja bagaikan peluru kendali untuk menyerang sel kanker tanpa merusak sel sehat.

Terapi Hormonal: Memblokir hormon estrogen atau progesteron yang memicu pertumbuhan sel kanker.

Tindakan Paliatif: Operasi atau radioterapi untuk meredakan nyeri hebat atau mencegah infeksi pada luka.

Pulihkan Kepercayaan Diri Lewat Rekonstruksi Payudara

Selain pengobatan medis, dampak psikologis akibat kehilangan payudara pasca-mastektomi (pengangkatan payudara) menjadi perhatian serius dalam dunia medis estetika dan rekonstruksi.

Dokter Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik Eko Hospital, dr. Andi Arwadi Rais, Sp.B.P.R.E, menegaskan bahwa operasi rekonstruksi payudara bukan sekadar mempercantik estetika, melainkan bagian penting dalam pemulihan mental pasien.

"Prosedur ini bertujuan membentuk kembali tampilan payudara agar ukuran, bentuk, dan volumenya menyerupai payudara alami," jelas dr. Andi.

Prosedur rekonstruksi tidak hanya diperuntukkan bagi pasien kanker, tetapi juga korban kecelakaan dengan kerusakan parah, penderita kelainan bawaan, hingga pasien pencegahan kanker dengan mutasi genetik tinggi.

Pelaksanaannya dapat dilakukan langsung saat pengangkatan kanker atau ditunda setelah kemoterapi selesai.

Terdapat dua teknik utama yang umum digunakan, yakni:

Penggunaan Implan: Memasukkan kantung implan silikon atau saline di bawah otot dada dengan masa pemulihan yang relatif cepat.

Jaringan Tubuh Sendiri (Autologous Flap): Memindahkan jaringan kulit, lemak, atau otot dari bagian tubuh lain (perut, punggung, atau bokong) ke dada, sehingga payudara baru terasa lebih alami dan merespons perubahan berat badan.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yusuf Doank
Y