Jakarta

Jangan Langsung Check-out! Foto Kamar Hotel Bisa Jadi Bukti Jika Tamu Dituduh Merusak

Anggerhana Denni Rahmawati | 4 November 2026, 06:30 WIB
Jangan Langsung Check-out! Foto Kamar Hotel Bisa Jadi Bukti Jika Tamu Dituduh Merusak
Alasan wisatawan perlu foto kamar hotel sebelum check-out. - Magnific

AKURAT JAKARTA - Meninggalkan hotel setelah menginap seharusnya menjadi bagian menyenangkan dari perjalanan.

Namun, wisatawan bisa menghadapi persoalan jika setelah check-out muncul klaim kerusakan kamar yang membuat mereka harus membayar biaya tambahan.

Untuk mengantisipasi situasi tersebut, wisatawan disarankan mendokumentasikan kondisi kamar sebelum meninggalkan hotel.

Kebiasaan sederhana dengan mengambil beberapa foto ini dapat menjadi bukti apabila terjadi perselisihan antara tamu dan pengelola hotel.

Dilansir dari Travel + Leisure, pemilik hotel sekaligus mitra pengelola Gateway Private Equity Group, Michael Stohler, menyebut dokumentasi kamar sebagai salah satu langkah pencegahan yang bermanfaat bagi wisatawan.

Menurutnya, foto kondisi kamar sebaiknya dilengkapi informasi tanggal dan waktu agar dapat digunakan sebagai dokumentasi apabila muncul persoalan setelah tamu meninggalkan hotel.

"Tidak ada salahnya memotret kamar, selama foto tersebut dilengkapi tanggal dan waktu," kata Stohler.

Kasus kerusakan kamar yang berujung pada tagihan tambahan memang tidak sering terjadi.

Namun, wisatawan tetap perlu mengantisipasinya karena tidak semua persoalan bisa diselesaikan dengan mudah setelah mereka meninggalkan lokasi.

Tuduhan Kerusakan Kamar Bisa Sulit Dibantah Setelah Check-out

Baca Juga: Dua BUMN Buka Magang hingga 5 November 2026, Cek Posisi dan Syaratnya

Salah satu persoalan yang perlu diwaspadai adalah munculnya klaim kerusakan setelah tamu selesai menginap.

Tanpa dokumentasi, wisatawan mungkin kesulitan membuktikan apakah kerusakan tersebut sudah ada sebelum mereka menggunakan kamar atau justru terjadi selama masa menginap.

Stohler menjelaskan bahwa petugas kebersihan hotel umumnya memiliki daftar pemeriksaan untuk mendokumentasikan kondisi kamar sebelum digunakan tamu berikutnya.

Karena itu, wisatawan juga disarankan mengisi survei kondisi kamar yang biasanya diberikan hotel pada awal kedatangan.

Melalui survei tersebut, tamu dapat melaporkan kerusakan yang sudah ditemukan, masalah pada minibar, hingga indikasi bekas rokok.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.