Jakarta

8 Cara Mengatasi Self Harm atau Upaya Menyakiti Diri Sendiri

Mohammad Tegar Tsabitul Azmi | 6 September 2023, 21:00 WIB
8 Cara Mengatasi Self Harm atau Upaya Menyakiti Diri Sendiri

AKURAT.CO - Tekanan dari internal maupun eksternal dapat membuat seseorang menjadi stress, depresi, bahkan melakukan self harm atau menyakiti diri sendiri.

Self harm ini sangat rentan terjadi pada generasi Z, karena pengaruh kesehatan mental dan quarter life crisis.

Self harm sendiri memiliki beragam dampak negatif, seperti cedera fisik, stigma sosial, hingga risiko bunuh diri.

Maka dari itu penting untuk mencegah dan mengatasi self harm, sebelum hal itu terjadi atau bahwa semakin buruk.

Baca Juga: Buat Gen Z yang Mau Nikah, 9 Persiapan ini Tak Boleh Terlewatkan

Berikut beberapa langkah yang bisa membantu mengatasi self-harm:

1. Konsultasi dengan profesional kesehatan mental

Segera mencari bantuan dan konsultasikan dengan seorang profesional kesehatan mental seperti psikolog, psikiater, atau konselor.

Mereka dapat membantu kamu atau orang yang mengalami self-harm dalam mengidentifikasi penyebabnya dan mengembangkan strategi untuk mengatasi masalah tersebut.

2. Bicarakan dengan seseorang yang dipercayai

Bicarakan perasaan kamu dengan seseorang yang dipercayai, seperti teman dekat, anggota keluarga, atau seseorang yang dicintai.

Terkadang, berbicara tentang masalah bisa membantu meredakan tekanan emosional.

3. Cari grup dukungan

Bergabunglah dengan kelompok dukungan atau komunitas online yang berfokus pada self-harm.

Ini dapat memberikan dukungan dan pemahaman dari orang-orang yang mengalami hal serupa.

Baca Juga: Resep Membuat Kue Abuk, Makanan Tradisional Khas Betawi

4. Identifikasi pemicu

Cobalah untuk mengidentifikasi apa yang memicu dorongan untuk melakukan self-harm.

Ini bisa membantu kamu atau orang yang dibantu untuk menghindari situasi atau pemikiran yang memicu perilaku tersebut.

5. Cari alternatif yang aman

Cobalah teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, atau pernapasan dalam untuk mengatasi stres dan kecemasan.

Gunakan teknik pemusatan perhatian (mindfulness) untuk membantu mengendalikan perasaan negatif.

Lukis, tulis, atau ekspresikan perasaan kamu melalui seni atau kreativitas lainnya sebagai alternatif untuk self-harm.

6. Batasi akses alat-alat berpotensi berbahaya

Jika kamu atau seseorang yang kamu bantu sering menggunakan alat tertentu untuk self-harm, upayakan untuk menghindari akses ke alat tersebut.

7. Hubungi layanan darurat

Jika kamu atau seseorang yang kamu kenal berisiko melukai diri sendiri secara serius, segera hubungi layanan darurat atau pusat krisis setempat. Mereka akan memberikan bantuan segera.

Baca Juga: Pemain Muda Persija Masuk Timnas U-23, Muhammad Rayhan Hannan: Siap Tunjukkan Kualitas Terbaik

8. Konsisten dalam perawatan

Mengatasi self-harm bisa menjadi proses yang panjang dan sulit. Pastikan kamu atau orang yang kamu kenal tetap berkomitmen dan konsisten terhadap perawatan dan dukungan yang dibutuhkan.

Self-harm adalah tanda bahwa seseorang sedang berjuang dengan masalah kesehatan mental yang serius, dan perlu ada penanganan yang tepat untuk membantu mengatasi masalah ini.

Yuk mulai sekarang lebih peka terhadap diri sendiri dan orang sekitar. Coba untuk terbuka dan tidak memendam semua emosi yang dirasa sendirian. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.