Jakarta

Mobile Suit Gundam Kudeta Demon Slayer dari Puncak Box Office Jepang

Fikri Hidayatulloh | 15 Februari 2024, 13:56 WIB
Mobile Suit Gundam Kudeta Demon Slayer dari Puncak Box Office Jepang

AKURAT JAKARTA - Film anime Mobile Suit Gundam berhasil mengalahkan Film Anime Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba-To the Hashira Training dari puncak box office Jepang.

Mobile Suit Gundam: Seed Freedom menempati posisi nomor satu di box office pada akhir pekan ketiga dengan memperoleh hampir $3 juta USD, sementara Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba-To the Hashira Training di akhir pekan kedua menjual kurang dari $2 juta USD.

Dikutip dari Comicbook.com, Kamis (15/2/2024), Seed Freedom menawarkan jalan cerita yang benar-benar baru dari seri anime Mobile Suit Gundam sejak dirilis pada 2002.

Baca Juga: Tanggal 15 Februari Ada Apa? Ini yang Terjadi Tahun ke Tahun dalam Sejarah Dunia dan Indonesia

Sementara, Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba-To the Hashira Training mengambil episode dari musim ketiga dan keempat seri anime petualangan para Pemburu Iblis.

Faktor jalan cerita yang lebih fresh diguga menjadi alasan kuat mengapa sekuel Gundam Seed mampu mengalahkan Demon Slayer.

Mobile Suit Gundam: Seed Freedom bercerita tentang era manusia (Koordinator) yang terlahir dengan kemampuan fisik dan mental yang lebih unggul karena modifikasi genetik dengan manusia (natural) yang terlahir secara alami.

Baca Juga: Ramalan Zodiak 15 Februari 2024 untuk Aries, Taurus, dan Gemini

Ke dua kelompok manusia itu terlibat bentrokan ideologishingga akhirnya pecah menjadi perang bersenjata.

Sementara, Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba-To the Hashira Training bercerita tentang seorang anak laki-laki, Tanjiro Kamado, yang bergabung dengan Korps Pembunuh Iblis.

Tanjiro Kamado yang yang keluarganya dibunuh iblis ingin menyelamatkan adik perempuannya, Nezuko, kembali menjadi manusia.*

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.