Asal-usul Mentawai, Pulau Yang Jadi Tempat Berlibur Vokalis Band Rock Red Hot Chili Peppers

AKURAT JAKARTA - Vokalis band rock Red Hot Chili Peppers, Anthony Kiedis, mencuri perhatian netizen Indonesia karena ketahuan sedang berlibur di Kepulauan Mentawai.
Dalam foto yang dibagikan akun Instagram Red Hot Chili Peppers, Anthony Kiedis memperlihatkan sedang asyik bercengkerama dengan beberapa masyarakat adat Kepulauan Mentawai.
Foto Anthony Kiedis berlibur di Mentawai ini pun viral di jejaring sosial X.
Baca Juga: Resep Capcay Istimewa, Dibuat di Rumah Nikmat dan Menyehatkan Lho
Banyak netizen Indonesia yang senang melihat Kiedis menghabiskan waktu di Mentawai.
Sebagian netizen bahkan berharap Red Hot Chili Peppers bersedia menggelar konser di Indonesia.
Kepulauan Mentawai yang menjadi tempat berlibur Anthony Kiedis memang bukan pulau sembarangan.
Baca Juga: Tradisi Lebaran Ketupat di H+7 Lebaran, Bagaimana Sejarah dan Makna Filosofisnya?
Meski kalah populer dari Bali, Mentawai menyimpan pesona alam yang indah bukan main, masyarakat adat yang masih otentik, dan ombak laut yang bagus untuk olahraga surfing (berselancar).
Kepulauan Mentawai merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Sumatera Barat.
Terletak di sebelah barat Sumatera, Kepulauan Mentawai terdiri 70-an pulau-pulau besar dan kecil.
Baca Juga: Mengenal Pesona Kepulauan Mentawai Yang Jadi Tempat Berlibur Vokalis Band Red Hot Chili Peppers, Dulu Bagian dari Daratan Sumatera
Ada empat pulau utama di Kepulauan Mentawai, yaitu Pulau Siberut, Pulau Sipora, Pulau Pagai Utara, dan Pulau Pagai Selatan.
Di masing-masing pulau tersebut terdapat beberapa sumber air panas yang berbau belerang.
Dikutip dari Buku Adat dan Upacara Perkawinan Mentawai karya Izarwisma Mardanas, Kepulauan Mentawai semula merupakan bagian dari daratan Sumatera.
Baca Juga: Jangan Bingung! Berikut Ini Cara Perpanjang SIM via Online Maupun Offline
Namun, mencairnya es di Kutub Utara dan Kutub Selatan pada zaman es (pleistonece), mengubah dengan cepat permukaan bumi.
Banyak daratan tenggelam, termasuk beberapa daratan semenanjung barat Sumatera. Bagian-bagian yang tertinggi menjadi pulau dan bagian-bagian yang rendah menjadi lautan.
Karena peristiwa itu, terbentuklah Kepulauan Mentawai yang terpisah dari daratan Sumatera seperti keadaannya sekarang.
Baca Juga: Berlaku 16-20 April 2024, Simak Syarat Perpanjangan SIM Mati Tanpa Buat Baru
Asal-usul Mentawai tidak lepas dari cerita legenda Ama Tawe.
Dulu, di Nias, ada seorang laki-laki bernama Ama Tawe
(bapak si Tawe) yang bermaksud mencari ikan ke laut sebelah selatan pulau Nias.
Malang, perahu yang dinakhodai Ama Tawe karam dihantam badai, hingga mengakibatkan dirinya di suatu pantai yang asing, yang sekarang diberi nama Pulau Siberut.
Baca Juga: Simak Baik-baik, Begini Caranya Reschedule dan Cancel Tiket Kereta Cepat Whoosh Jakarta-Bandung via Online
Kemudian, Ama Tawe berjalan sampai bertemu muara sungai (kelak nama itu diberi nama Simalatu) dan mendapati banyak pohon sagu dan keladi yang subur sekali.
Karena tidak mendapati ada orang di pulau itu, Ama Tawe kemudian mendirikan pondok sebagai tempat berlindung.
Karena tempat barunya ini dirasa lebih baik dari Pulau Nias, Ama Tawe lalu membuat perahu yang lebih besar untuk menjemput isteri dan anaknya yang bernama Tawe. jadi Amna Tawe berarti bapak si Tawe.
Baca Juga: AMBYAR, Konser Happy Asmara Sambangi Bogor, Jangan Lupa Catat Lokasi dan Waktunya di Sini
Singkat cerita ,Ama Tawe kembali ke pulau asing itu dengan membawa bukan saja anak dan isteri, tapi juga beberapa orang kampung.
Sesampai di Simatalu, orang yang dibawa Ama Tawe menganggap tanah barunya itu milik Ama Tawe.
Mereka menamakan tempat itu Ama Tawe, yang diucapkan di lidah menjadi Amantawe, kemudian berubah menjadi Mentawai.
Baca Juga: Ternyata Resep Jasuke Mudah Sekali, Makanan Kekinian Enak Rasanya
Orang Mentawai sampai sekarang percaya bahwa mereka berasal dari Simatalu dan keturunan Nias.
Versi lain dari asal-usul Mentawai, dulu di Nias, ada seorang perempuan yang habil akibat memiliki hubungan gelap dengan laki-laki.
Karena dinyatakan melanggar ketentuan dan adat, perempuan itu kemudian dijatuhi hukuman pembuangan dari Nias.
Baca Juga: Waduh, Pria Buang Sampah Sembarangan di Puncak Ternyata Pejabat Dishub DKI, Langsung Kena Sanksi Ini
Dengan sebuah perahu, perempuan itu berangkat tanpa tujuan menuju selatan tanpa tujuan, hingga akhirnya ia terdampar di sebuah pulau, yang kelak bernama Siberut.
Perempuan itu mendarat di muara sungai (Simatalu), dan singkat cerita ia melahirkan bayi laki-laki.
Bayi laki-laki itu bertumbuh dewasa di pulau kosong bersama sang ibu.
Baca Juga: Resep Tumis Selada, Dibuat di Rumah Nikmat dan Menyehatkan
Karena dianggap sudah cukup umur memiliki istri, sang ibu meminta anaknya pergi mencari jodoh.
"Kalau engkau pertama kali menjumpai seorang perempuan, ambilah ia jadi isterimu karena itulah jodohmu," kata sang ibu.
Si anak lelaki itu pergi mengembara selama bertahun-tahun menyelusuri seluruh pulau yang kosong itu.
Baca Juga: Konser Westlife di Jogjakarta Digelar Pada 7 Juni 2024, Tiketnya Sudah Dapat Dibeli dari Sekarang, Segini Harganya!
Namun, ia tak kunjung bertemu dengan orang lain. Sampai akhirnya, ia bertemu dengan seorang perempuan.
Anak laki-laki itu teringat pesan sang ibu dan akhirnya perempuan itu dijadikan istrinya.
Mereka hidup di pulau sampai beranak bercucu.
Baca Juga: Dinilai Sebagai Cagub DKI Paling Potensial dari Partai Golkar, Bang Zaki Siap Berantas Permasalahan di Jakarta
Sebetulnya, perempuan yang ditemuinya itu adalah ibunya sendiri.
Namun, karena bertahun-tahun tidak bertemu, mereka sudah lupa satu sama lain.
Dari dua orang inilah menurunkan suku bangsa Mentawai.*
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Nottingham Forest vs Coventry City di Premier League, 19 September 2026: Mampukah The Sky Blues Hentikan Tren Buruk?
- 2Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Premier League, 19 September 2026: Duel Ketat Dua Tim Papan Tengah di Hill Dickinson
- 3Prediksi Skor Newcastle United vs Hull City di Premier League, 19 September 2026: Misi The Magpies Bangkit dari Kekalahan Telak
- 4Prediksi Skor Stuttgart vs Borussia Dortmund di Bundesliga, 19 September 2026: Bisakah Die Roten Hentikan Laju BVB?
- 5Prediksi Skor Celta Vigo vs Racing Santander di La Liga, 19 September 2026: Mampukah Los Celestes Raih Kemenangan Perdana?
- 6Prediksi Skor Venezia vs Lazio di Serie A, 20 September 2026: Mampukah Biancocelesti Lanjutkan Tren Positif?
- 7Prediksi Skor Athletic Bilbao vs Deportivo Alaves di La Liga, 19 September 2026: Mampukah Los Leones Balas Kekalahan Musim Lalu?
- 8Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Ligue 1, 20 September 2026: Duel Ketat Dua Tim Belum Terkalahkan
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!



