Jelang Pilkada DKI 2024, Loyalis Anies Mulai Serang Ahok, Andi Sinulingga: Justru Dia yang Selama Ini Gunakan Politik Identitas!

AKURAT JAKARTA - Founder Kolaborasi Jakarta, Andi Sinulingga, membantah tudingan kepada Anies Baswedan yang disebut menggunakan isu politik identitas dalam Pilkada DKI Jakarta tahun 2017 silam.
Andi, yang merupakan loyalis Anies, justru menyebut isu politik identitas itu dibuat oleh pihak lawan.
"Pertanyaannya apakah dia yang mendesain? Tidak, bukan dia yang mendesain itu. Politik identitas itu sudah ada sebelum Anies ikut dalam kontestasi Pilkada 2017 sebagai calon gubernur," katanya di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, Senin (8/7/2024).
Ia beranggapan bahwa isu politik identitas tersebut dibentuk lebih dahulu oleh lawan politiknya di Pilkada DKI 2017, yaitu Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
"Waktu Anies masih menteri sudah ada itu. 'Saya muslim, saya pilih Ahok' sudah ada. Ini kan jelas, ini politik identitas. Jadi yang menggunakan politik identitas pertama itu adalah Ahok," katanya.
Lebih lanjut, Andi menjelaskan berbagai contoh narasi yang digunakan pihak Ahok yang menggunakan isu politik identitas dalam kontentasi politik.
"Silahkan buka, 'saya ini minoritas tiga kali' kan disebutkan Ahok begitu kan? 'Saya Cina, saya Kristen, saya orang dari Sumatera, minoritas tiga kali'. Jadi yang mengangkat isu-isu identitas ini justru Ahok," katanya.
Ia pun mengatakan terkait alasan secara faktual kenapa Ahok mengangkat isu politik identitas dalam menaikkan namanya di kontestasi politik.
"Dia ingin mengkapitalisasi keminoritasan itu supaya memunculkan sentimentasi positif kepada dirinya. Dia playing victim terus yang tidak bisa dia kontrol kata-katanya, yang membuat dia terpeleset dalam permainan itu," katanya.
Andi menyebut, Ahok terbukti selalu menggunakan politik identitas melalui isu minoritas untuk menaikkan popularitas namanya.
"Dan itu terbukti, dia selalu mengglorifikasi, mendengungkan, apa istilahnya itu bahwa dia itu minoritas, itu selalu ada," pungkasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Parma vs Udinese di Serie A, 29 Oktober 2026: Misi Keluar dari Tren Buruk
- 2Prediksi Skor Freiburg vs Wolfsburg di DFB-Pokal, 29 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Buruk?
- 3Prediksi Skor Bournemouth vs Aston Villa di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Duel Dua Tim yang Sedang Panas
- 4Prediksi Skor Fulham vs Crystal Palace di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Momentum Kebangkitan Tuan Rumah Diuji
- 5Prediksi Skor AC Monza vs Napoli di Serie A, 29 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Partenopei di Markas Brianzoli
- 6Prediksi Skor SC Paderborn vs Stuttgart di DFB-Pokal, 29 Oktober 2026: Kesempatan Tuan Rumah Membalas Kekalahan
- 7POTRET BERINGIN JAKARTA: Dari Pengurus Pokja ke Pimpinan DPRD, Basri Baco Targetkan 13 Kursi dan Tiket Cagub DKI
- 8Prediksi Skor Sunderland vs Brentford di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Misi Bangkit demi Tiket Perempat Final
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





