Garda Revolusi Iran Yakin Netanyahu Sudah Mati, IRGC: Jika Masih Hidup, Kami Akan Terus Mengejar dan Membunuhnya

AKURAT JAKARTA - Garda Revolusi Iran yakin Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, telah mati dalam serangan udara beberapa waktu lalu.
Jika pun Netanyahu masih hidup, IRGC bersumpah akan memburunya kemana pun sembunyi untuk membunuhnya.
"Jika penjahat pembunuh anak ini masih hidup, kami akan terus mengejar dan membunuhnya dengan kekuatan penuh," kata Garda Revolusi di situs web mereka, Sepah News, seperti dilansir AFP, Minggu (15/3/2026).
NDTV melaporkan pernyataan tersebut muncul di tengah unggahan media sosial yang menimbulkan pertanyaan tentang keberadaan Netanyahu, dan menduga telah mati.
Beberapa pengguna menyoroti kekhawatiran tentang video Netanyahu pada 13 Maret, yang membuatnya tampak seperti memiliki enam jari di salah satu tangannya.
Kemunculan Netanyahu menimbulkan kecurigaan bahwa video tersebut diedit menggunakan kecerdasan buatan atau AI.
Dilansir Reuters, Netanyahu baru muncul pada Jumat (13/3/2026) lalu. Dia muncul berdiri di antara dua bendera Israel dan menjawab pertanyaan melalui tautan video.
Netanyahu mengatakan Iran "tidak lagi sama" setelah hampir dua minggu pemboman. Dia bahkan mengatakan Garda Revolusi dan pasukan paramiliter Basij telah menderita.
Baca Juga: Bareng Ketum PDIP Megawati, Gubernur Pramono Resmikan Taman Bendera Pusaka Seluas 5,6 Hektare
Dia juga bersumpah akan terus menyerang Hizbullah Lebanon sebagai balasan atas serangan Hizbullah pada Senin (2/3) lalu.
Namun ketika ditanya mengenai tindakan apa yang akan diambil Israel ke Iran dan Hizbullah, dia tidak menjelaskan.
Diketahui, Israel dan AS meluncurkan serangan ke Iran sejak 28 Februari 2026 lalu. Serangan tersebut telah menyebabkan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, meninggal dunia.
Lalu, Iran membalas dengan menyerang Israel dan sejumlah pangkalan militer Amerika di negara-negara kawasan Teluk.
Baca Juga: Rekomendasi 5 Masjid di Solo untuk Itikaf Ramadan
Sejak Iran memborbardir sejumlah lokasi di Israel, Netanyahu menghilang. Ia baru muncul lagi pada Jumat kemarin, namun penuh dengan tanda tanya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Nottingham Forest vs Coventry City di Premier League, 19 September 2026: Mampukah The Sky Blues Hentikan Tren Buruk?
- 2Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Premier League, 19 September 2026: Duel Ketat Dua Tim Papan Tengah di Hill Dickinson
- 3Prediksi Skor Newcastle United vs Hull City di Premier League, 19 September 2026: Misi The Magpies Bangkit dari Kekalahan Telak
- 4Prediksi Skor Stuttgart vs Borussia Dortmund di Bundesliga, 19 September 2026: Bisakah Die Roten Hentikan Laju BVB?
- 5Prediksi Skor Celta Vigo vs Racing Santander di La Liga, 19 September 2026: Mampukah Los Celestes Raih Kemenangan Perdana?
- 6Prediksi Skor Venezia vs Lazio di Serie A, 20 September 2026: Mampukah Biancocelesti Lanjutkan Tren Positif?
- 7Prediksi Skor Athletic Bilbao vs Deportivo Alaves di La Liga, 19 September 2026: Mampukah Los Leones Balas Kekalahan Musim Lalu?
- 8Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Ligue 1, 20 September 2026: Duel Ketat Dua Tim Belum Terkalahkan
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





