Donald Trump Pilih Strategi "Cekik" Ekonomi Dibanding Lawan Iran Lewat Invasi Darat

AKURAT JAKARTA - Di tengah proses negosiasi yang masih buntu, Pemerintah Amerika Serikat kini beralih ke strategi tekanan militer dan ekonomi yang lebih agresif untuk memaksa Iran kembali ke meja perundingan.
Selain menyiapkan opsi serangan udara baru, Presiden Donald Trump kini mengandalkan blokade maritim besar-besaran di sekitar pelabuhan Iran, termasuk wilayah strategis Teluk Oman.
Strategi yang disebut Trump sebagai langkah "genius" ini bertujuan untuk melumpuhkan ekonomi Iran tanpa harus melibatkan pengiriman pasukan darat dalam skala besar.
Baca Juga: Diplomasi Buntu Kesekian Kali, Trump Tolak Mentah-mentah Tawaran Damai Iran
Dengan menempatkan kapal-kapal perang di jalur masuk pelabuhan, Angkatan Laut AS mengklaim telah berhasil mencegat atau memutar balik hampir 40 kapal yang mencoba melakukan aktivitas perdagangan dengan Iran hanya dalam satu bulan terakhir.
Namun, langkah Amerika ini mendapat perlawanan keras dari Teheran.
Mohsen Rezaei, penasihat militer Pemimpin Tertinggi Iran, secara terbuka mengancam akan melancarkan aksi balasan jika pengepungan jalur laut tersebut tidak segera dihentikan.
Di sisi lain, Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, justru menanggapi blokade tersebut dengan nada ejekan.
Baca Juga: Pertamina Resmi Umumkan Kebijakan Harga BBM Terbaru per 1 Mei 2026
Ia menilai upaya Amerika untuk menutup akses Iran adalah misi yang mustahil secara geografis.
Melalui sebuah unggahan di media sosial, Ghalibaf membandingkan luasnya garis perbatasan Iran yang mencapai lebih dari 8.000 kilometer—bahkan lebih panjang dari jarak ujung ke ujung daratan Amerika Serikat.
Saat ini, situasi di perairan Timur Tengah tetap tegang.
Washington tengah berupaya membangun koalisi internasional untuk mendukung "kebebasan navigasi," sementara Iran tetap pada posisinya bahwa mereka memiliki cukup banyak celah perbatasan untuk menghindari upaya "penyekapan" ekonomi oleh Amerika Serikat. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Nottingham Forest vs Coventry City di Premier League, 19 September 2026: Mampukah The Sky Blues Hentikan Tren Buruk?
- 2Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Premier League, 19 September 2026: Duel Ketat Dua Tim Papan Tengah di Hill Dickinson
- 3Prediksi Skor Newcastle United vs Hull City di Premier League, 19 September 2026: Misi The Magpies Bangkit dari Kekalahan Telak
- 4Prediksi Skor Stuttgart vs Borussia Dortmund di Bundesliga, 19 September 2026: Bisakah Die Roten Hentikan Laju BVB?
- 5Prediksi Skor Celta Vigo vs Racing Santander di La Liga, 19 September 2026: Mampukah Los Celestes Raih Kemenangan Perdana?
- 6Prediksi Skor Venezia vs Lazio di Serie A, 20 September 2026: Mampukah Biancocelesti Lanjutkan Tren Positif?
- 7Prediksi Skor Athletic Bilbao vs Deportivo Alaves di La Liga, 19 September 2026: Mampukah Los Leones Balas Kekalahan Musim Lalu?
- 8Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Ligue 1, 20 September 2026: Duel Ketat Dua Tim Belum Terkalahkan
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







