Nih Peran dan Partisipasi Gen Z pada Pemilu 2024

AKURAT.CO - Peran dan partisipasi Gen Z sangat diperlukan di Pemilu 2024 nanti. Para kontestan harus mempertimbangkan hal tersebut.
Sebab, Gen Z digadang-gadang menjadi ujung tombak dan lokomotif era Indonesia Emas di tahun 2045 nanti.
Founder Indonesia Mampu, Endah Cahya Immawati berpendapat gagasan dan harapan dari Gen Z penting untuk diketahui oleh para kontestan di Pemilu 2024.
Baca Juga: Arti Definisi Oversharing, Gen Z Stop Sekarang Juga Ya!
Sehingga apa yang menjadi aspirasi Gen Z menjadi agenda politik yang diimplementasikan di dalam kebijakan, program, dan anggaran.
Menurut Endah, penting bagi Gen Z untuk turut aktif mewujudkan politik/demokrasi yang substantif, berkualitas dan berintegritas.
"Ini dalam rangka mewujudkan kehidupan ke arah yang lebih baik,” ujar Endah dalam sebuah diskusi, dikutip dari Akurat.
Baca Juga: 2 Remaja Tewas Tabrak Tiang Listrik, Diduga Gangster yang Dikejar Sekuriti
Hadi Suprapro Rusli selaku Direktur Eksekutif Ide Cipta Research and Cunsulting (ICRC) menambahkan, tipologi dan kecenderungan politik generasi Z itu menyukai hal yang bersifat fleksibel bukan otorotatif.
Pola akses dan kecenderungan yang berbeda terhadap media sosial, style, dan pilihan kebijakan yang berhubungan dengan isu pendidikan dan lapangan pekerjaan.
Baca Juga: 2 Remaja Tewas Tabrak Tiang Listrik, Diduga Gangster yang Dikejar Sekuriti
“Karakter pemimpin yang disukai oleh anak muda adalah prestasi, merakyat dan sederhana, berwibawa dan tegas, selain itu tidak mempunyai rekam jejak korupsi, jujur, dan pekerja keras” lanjut Hadi.
Zhilan Nabila dari Centennialz dan Giovanni Helmi Munif selaku Komisaris WargaMuda menyebutkan 40 persen penduduk Indonesia merupakan Gen Z.
Para Gem Z antenamemiliki karakter inklusif, berbasis komunitas, dan mengorganisir gerakannya dengan menggunakan media digital. Termasuk dalam hal memandang dunia politik.
“Gerakan ini dipilih sebagai cara oleh Gen Z dibanding dengan strategi turun ke jalan untuk berdemonstrasi. Karakteristik ramah digital inilah yang perlu disesuaikan oleh para kontestan,” tutur Nabila.
Dalam kesempatan yang sama, Helmi menyatakan bahwa Gen Z itu sangat aktif terhadap isu-isu lingkungan, politik, kesetaraan gender dengan perspektif yang inklusif dan memanfaatkan media sosial di dalam mengorganisir dan mempengaruhi opini publik.
“Gen Z memiliki pandangan bahwa diperlukan pendidikan yang inklusif, lingkungan yang berkelanjutan, dan partisipasi politik dalam komunitas melalui metode digitalisasi.
"Hal yang penting diperhatikan oleh para stakeholder yaitu bagaimana melibatkan generasi Z di dalam proses politik, tidak hanya menjadi objek politik,” tambahnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Parma vs Udinese di Serie A, 29 Oktober 2026: Misi Keluar dari Tren Buruk
- 2Prediksi Skor Freiburg vs Wolfsburg di DFB-Pokal, 29 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Buruk?
- 3Prediksi Skor Bournemouth vs Aston Villa di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Duel Dua Tim yang Sedang Panas
- 4Prediksi Skor Fulham vs Crystal Palace di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Momentum Kebangkitan Tuan Rumah Diuji
- 5Prediksi Skor AC Monza vs Napoli di Serie A, 29 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Partenopei di Markas Brianzoli
- 6Prediksi Skor SC Paderborn vs Stuttgart di DFB-Pokal, 29 Oktober 2026: Kesempatan Tuan Rumah Membalas Kekalahan
- 7Prediksi Skor Sunderland vs Brentford di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Misi Bangkit demi Tiket Perempat Final
- 8Prediksi Skor Bayer Leverkusen vs FC Nurnberg di DFB-Pokal, 29 Oktober 2026: Mampukah Die Werkself Taklukan Tim Kasta Kedua dengan Mudah?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!




