Jakarta

Fraksi Golkar Nilai Kasus Siswa Loncat dari Lantai 4, Bukti Sekolah Tidak Punya Pengamanan

Mohammad Tegar Tsabitul Azmi | 27 September 2023, 20:08 WIB
Fraksi Golkar Nilai Kasus Siswa Loncat dari Lantai 4, Bukti Sekolah Tidak Punya Pengamanan

AKURAT JAKARTA - Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta menilai bahwa kasus RYT (13) siswi SDN 06 Petukangan Utara yang meninggal dunia karena diduga terjatuh dari lantai 4 gedung sekolah adalah bukti sekolah tidak memiliki pengamanan terhadap siswa.

Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Basri Baco menyebut, apapun alibi yang menjelaskan tentang kronologi RYT, namun ini jelas menunjukkan tidak adanya pengamanan dari sekolah untuk anak-anak.

"Ya kan mungkin Disdik dugaan awal (bukan loncat, tapi terjatuh), tapi yang kita jadikan patokan kan pasti kepolisian. Tapi apapun ceritanya, apapun alibinya, faktanya ada siswa jatuh. Artinya apa? Sekolah itu tidak punya pengamanan terhadap anak," katanya kepada wartawan, Rabu (27/09).

Baca Juga: Fakta Baru Kematian Siswi SDN 06 Petukangan Utara, Kursi Jadi Petunjuk Penting

Baco sapaan akrabnya, menyebut bahwa keamanan anak-anak dan bangunan harus selalu diantisipasi dan menjadi perhatian khusus.

Apalagi, kata Baco, mengingat konsep kedepannya sekolah akan dibangun bertingkat-tingkat.

"Seharusnya udah terpikirkan ini. Harus jadi perhatian khusus karena konsep sekolah kita ke depan tinggi tinggi semua," ujar Baco.

Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta itu pun akan mengusulkan agar ada rapat komisi untuk mengevaluasi kinerja Disdik DKI buntut dari kasus ini.

"Kemungkinan saya juga usul juga kepada ketua komisi supaya kita ada rapat kerja evaluasi terhadap disdik hari ini," ungkapnya.

Basro menyebut, hal ini sangat tragis dan menjadi pukulan bagi di kemudian hari. Mengingat ke depannya, sekolah akan dibangun berlantai-lantai sehingga perlu dipastikan keamanannya.

Baca Juga: Mengenang Gareng, Legenda Sepak Bola Indonesia, Pemain Muda Yang Masuk Tim Senior Persija

"Ini jadi pukulan berat sebenarnya ke kita. Gimana kita lagi mau ngonsepin sekolah itu tinggi atau beberapa lantai supaya bisa daya tampungnya naik atau supaya daya tampungnya banyak. Tapi kalau gak aman kan bahaya buat anak-anak, kan tragis banget ini menyedihkan," papar Baco.

Baco pun mengaku telah mendengar informasi terkait adanya unsur bullying dalam kasus ini. Dan menurutnya, seharusnya sekolah harus mengantisipasi hal ini.

Apalagi, lanjut Baco, pemerintah dan aturan sudah melarang adanya tindak bullying terhadap anak-anak baik di sekolah maupun di luar sekolah.

"Saya juga denger ada unsur bullying. Sebenarnya juga pihak sekolah harus mendeteksi itu. Kan kita udah larang gak ada lagi praktek bullying terhadap anak anak. Gak boleh ini terjadi," tegasnya.

"Kalaupun ada, harus diantisipasi. Dan pihak sekolah terutama BP-nya juga harus mendeteksi, kira-kira mentalnya gak kuat hadapin bully. Pihak sekolah harus ekstra perhatian terhadap anak-anak, terhadap situasi sekolah. ," lanjut Baco.

Baca Juga: Remas Bokong Mahasiswi UI yang Lari Pagi, Siswa SMP Ditangkap, Namun Berakhir Damai

Lebih lanjut Baco menerangkan, atas kasus ini pihaknya akan melakukan beberapa evaluasi untuk memastikan sekolah yang aman dan nyaman bagi anak-anak.

"Evaluasinya adalah semua konsep sekolah (gedung) tinggi akan kita evaluasi untuk pembangunan 2024. Berikutnya harus kita pastikan (gedung dan sekolahan) aman untuk anak-anak, aman dari gitu-gitu (bullying), aman dari rubuh aman, dari macam-macam," terang Baco.

"Yang kedua sistem pembagian, seharusnya anak-anak usia itu jangan lantai atas, lantai bawah aja, kelas  enam di atas," tambahnya.

Baco pun berharap, kasus ini bisa menjadi pelajaran dan evaluasi untuk kedepannya agar sekolah bisa lebih aman dan kasus bullying bisa ditangani lebih serius.

"Mudah-mudahan ini jadi pelajaran, harus jadi pelajaran evaluasi besar-besaran dari Disdik," tutur Baco.

"Semua sekolah makin serius lagi tangani bully atau kekerasan karena dampaknya tragis. Misal anak dibully begitu, lalu lompat untuk bunuh diri, kan kacau. Faktor bully anak luar biasa dahsyat dampaknya," tandasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.