Jakarta

Keren! Kemenpar Gandeng Monolpoly Buat Hadirkan Bali di Edisi Spesial

Anggerhana Denni Rahmawati | 21 Mei 2025, 08:41 WIB
Keren! Kemenpar Gandeng Monolpoly Buat Hadirkan Bali di Edisi Spesial

AKURAT JAKARTA - Dalam langkah inovatif untuk mempromosikan pariwisata Indonesia, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggandeng Monopoly, merek permainan papan ikonik dunia, untuk meluncurkan edisi khusus: Monopoly Bali.

Jika biasanya papan permainan Monopoli dipenuhi nama-nama kota besar dunia, kini nuansa berbeda dihadirkan lewat edisi spesial yang menampilkan destinasi dan daya tarik wisata ikonik di Bali.

Peluncuran resminya berlangsung meriah di Ubud pada 9 Mei 2025 dan menjadi tonggak penting dalam memperkenalkan kekayaan destinasi nusantara melalui pendekatan kreatif.

Baca Juga: Jangan Asal Unggah! Ini Bahaya Tersembunyi di Balik Boarding Pass yang Dibagikan di Media Sosial

Berbeda dari versi klasik yang menampilkan kota-kota besar dunia, di dalam permainan ini pemain bisa membeli, mengembangkan, dan menikmati keindahan serta kekayaan budaya Bali.

Sungai Ayung, Gunung Batur, Subak Jatiluwih, hingga Tirta Empul dan Gangga kini menjadi bagian dari papan permainan.

Bahkan, ikon-ikon lokal seperti ayam betutu dan nasi goreng hadir sebagai elemen permainan, memperkaya pengalaman dan mendekatkan pemain pada khasanah kuliner Bali.

Baca Juga: Kenalan dengan Micro-Tourism, Cara Baru Menjelajahi Keindahan Sekitar Tanpa Menguras Dompet

Lebih dari sekadar permainan, Monopoli Bali adalah strategi cerdas untuk mengatasi isu overtourism di Bali.

Namun, masalah bukan terletak pada jumlah wisatawan yang membludak, melainkan distribusi yang tidak merata.

Banyak wisatawan hanya berkumpul di daerah Bali Selatan, sementara daerah lain masih sepi akan kunjungi turis.

Baca Juga: Mau Liburan di Tengah Rupiah Melemah? Ini 4 Negara Ramah di Kantong yang Bisa Dikunjungi!

Melalui permainan ini, pemerintah ingin memperkenalkan keindahan daerah-daerah lain di Bali yang belum banyak dikenal publik, sekaligus mendorong kunjungan yang lebih merata.

Proses kurasi titik-titik wisata dalam permainan ini memakan waktu lebih dari satu tahun.

Kemenparekraf menggandeng ahli pariwisata, pelaku industri kreatif, serta komunitas lokal untuk menentukan destinasi yang paling mewakili karakter dan kekayaan Bali.

Baca Juga: Jelajahi Kepulauan Seribu Menggunakan Transportasi Umum, Lebih Hemat dan Seru!

Hasilnya, Monopoli Bali bukan sekadar permainan, tapi juga sarana edukasi dan promosi yang inovatif.

Bagi wisatawan yang ingin merencanakan liburan sekaligus bersenang-senang di rumah, permainan ini bisa menjadi inspirasi menarik.

Siap untuk membeli Ubud? Atau membangun resort di Kintamani? Semua bisa dilakukan tanpa harus meninggalkan ruang tamu Anda.

Baca Juga: Baduy Luar Kini Punya Kamar Mandi Umum Setelah 3 Kali Ganti Desain, Ini Keunikannya!

Monopoli Bali bukan hanya nostalgia, tapi juga ajakan untuk mencintai Indonesia dari meja permainan.

Sudah siap menjelajah Bali dengan cara yang belum pernah Anda bayangkan sebelumnya?(*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.