Jakarta

Liburan Jadi Bumerang, Waspadai 5 Kebiasaan yang Bikin Backpacker Bangkrut

Zainal Abidin | 15 Juni 2025, 14:45 WIB
Liburan Jadi Bumerang, Waspadai 5 Kebiasaan yang Bikin Backpacker Bangkrut

AKURAT JAKARTA - Liburan ala backpacker yang dikenal hemat dan fleksibel ternyata tidak selalu menjamin bebas dari masalah finansial.

Faktanya, tak sedikit backpacker yang justru terlilit utang setelah pulang dari perjalanan.

Berikut adalah lima kebiasaan umum yang bisa menjadi penyebabnya:

Baca Juga: Penerbangan Murah Tak Lagi Terjangkau, Jetstar Asia Hentikan Rute Singapura-Bali Per 31 Juli

1. Tidak Membuat Anggaran yang Jelas dan Realistis

Banyak backpacker tergoda dengan promo tiket murah atau diskon penginapan, tapi lupa menghitung keseluruhan biaya perjalanan.

Mulai dari transportasi lokal, makan, hingga biaya tak terduga, semuanya bisa menumpuk tanpa disadari.

Baca Juga: Jangan Asal Parkir! Simak Rute dan Transportasi Umum yang Disarankan Buat ke Jakarta Future Festival 2025

Penting untuk membuat anggaran yang realistis dan disiplin dalam mengikutinya.

2. Liburan karena FOMO dan Hedonisme

Media sosial mendorong banyak orang untuk mengunjungi tempat-tempat viral demi konten.

Baca Juga: Naik Kereta Ekonomi Rasa Premium! PT KAI Beri Diskon, Harganya Mulai Rp100 Ribuan Saja!

Akibatnya, pengeluaran membengkak karena harus mengikuti tren dan mendatangi spot-spot kekinian.

Jika tidak dikontrol, liburan jadi ajang konsumsi, bukan eksplorasi.

3. Mengandalkan Kartu Kredit Tanpa Perencanaan

Baca Juga: LEGOLAND Terbesar Dunia di Shanghai Mulai Uji Coba, Siap Hadirkan Petualangan Seru

Kartu kredit seharusnya menjadi alat bantu darurat, bukan sumber dana utama selama traveling.

Banyak yang akhirnya kalap belanja tanpa memperhitungkan kemampuan membayar cicilan, sehingga tagihan menumpuk sepulang dari liburan.

4. Kurang Riset dan Persiapan

Baca Juga: Dari Pasir Putih hingga Kayaking Malam: Inilah 15 Event Seru di PIKcation

Minimnya informasi sebelum bepergian membuat banyak traveler salah memilih transportasi, penginapan, atau tempat makan.

Padahal, dengan riset sederhana, banyak opsi ramah kantong yang bisa ditemukan dan menghemat banyak biaya.

5. Menggunakan Pinjol atau Paylater Demi Gaya

Baca Juga: PIKcation 2025 Resmi Dimulai, Siap Sambut 1,4 Juta Wisatawan Lewat School’s Out, Summer’s I

Demi konten estetik atau gengsi, sebagian traveler memilih berutang lewat pinjaman online.

Sayangnya, bunga tinggi dan sistem cicilan yang menjerat membuat kondisi finansial semakin memburuk setelah liburan selesai.

Agar liburan tak berakhir dengan stres akibat utang, para backpacker disarankan untuk lebih bijak dalam perencanaan dan pengeluaran.

Baca Juga: Jakarta ePrix 2025, Sensasi Balap Dunia di Tengah Pesona Ibu Kota

Ingat, tujuan utama liburan adalah menikmati pengalaman, bukan menambah beban keuangan. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.