Jakarta

Daftar Negara Paling Tak Bahagia di Dunia 2025, Pikir Lagi Jika Ingin Berkunjung!

Anggerhana Denni Rahmawati | 15 Desember 2025, 10:00 WIB
Daftar Negara Paling Tak Bahagia di Dunia 2025, Pikir Lagi Jika Ingin Berkunjung!

AKURAT JAKARTA - Daftar negara paling tak bahagia di dunia 2025 kembali menarik perhatian publik global.

Negara paling tak bahagia di dunia 2025 didominasi wilayah yang menghadapi konflik, krisis ekonomi, dan keterbatasan layanan dasar.

Negara paling tak bahagia di dunia 2025 juga menunjukkan bahwa stabilitas sosial dan akses kesejahteraan masih menjadi tantangan besar.

Baca Juga: 10 Negara Termurah untuk Liburan Akhir Tahun 2025, Ini Daftarnya!

Kondisi ini memberi gambaran nyata tentang bagaimana kualitas hidup dipengaruhi banyak faktor, bukan sekadar pendapatan.

Laporan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kebahagiaan masyarakat sangat bergantung pada keamanan, kesehatan, dan keadilan sosial.

Tahun 2025 kembali menyoroti kesenjangan kebahagiaan antarnegara.

Baca Juga: Nikmati Pengalaman Akhir Tahun yang Berbeda dengan Menyusuri Dunia Laut Jabodetabek

Sejumlah negara tercatat berada di posisi terbawah karena warganya harus bergulat dengan masalah struktural yang berkepanjangan.

Faktor seperti konflik, kemiskinan, ketidakstabilan politik, hingga minimnya layanan publik menjadi penyebab utama rendahnya tingkat kepuasan hidup.

1. Afghanistan

Baca Juga: Jangan Lewatkan! Kapal Feri Beri Diskon Natal 2025 dan Tahun Baru 2026

Ketidakstabilan politik berkepanjangan, pembatasan kebebasan terutama bagi perempuan, pengangguran tinggi, serta krisis pangan dan layanan kesehatan membuat kualitas hidup sangat rendah.

2. Sierra Leone

Meski konflik bersenjata telah berakhir, kemiskinan, pengangguran, layanan kesehatan rapuh, serta akses terbatas terhadap air bersih dan listrik masih menjadi masalah utama.

Baca Juga: Liburan Natal Serasa di Luar Negeri, IDD PIK2 Hadirkan Pohon Natal Raksasa Bersalju

3. Lebanon

Krisis ekonomi parah ditandai hiperinflasi, nilai mata uang jatuh, kelangkaan listrik dan obat-obatan, serta kebuntuan politik yang memperburuk kepercayaan publik.

4. Malawi

Ketergantungan pada sektor pertanian, dampak perubahan iklim, kekeringan, serta akses terbatas terhadap pendidikan dan layanan kesehatan menekan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga: Rekomendasi Wisata Jakarta Timur, dari Budaya, Antariksa, Alam, hingga Healing Gratis

5. Zimbabwe

Inflasi ekstrem, ketidakstabilan mata uang, pengangguran tinggi, serta kelangkaan kebutuhan pokok menjadi beban berat bagi rumah tangga.

6. Botswana

Pertumbuhan ekonomi dari industri berlian tidak merata, kesenjangan sosial melebar, pengangguran pemuda tinggi, dan peluang di wilayah pedesaan terbatas.

Baca Juga: Yuk! Nonton Wayang di Pendopo Kampung Seni Borobudur pada 12 Desember, Dalang Kolaborasi Ki Sujiwo Tejo dan Ki Sindhunata, Lakon Sang Rahvana

7. Republik Demokratik Kongo (DR Kongo)

Konflik berkepanjangan, kemiskinan luas, pengungsian massal, serta infrastruktur dasar yang minim meski kaya sumber daya alam.

8. Yaman

Perang saudara menyebabkan krisis kemanusiaan serius, kelaparan, wabah penyakit, hancurnya infrastruktur, serta layanan air dan listrik yang tidak stabil.

Baca Juga: Sorak Sorai Fest Part 2: Tahun Baru di TMII, Hadirkan Slank hingga NDX AKA, Simak Jadwal dan Harga Tiketnya

9. Komoro

Peluang ekonomi terbatas, ketergantungan impor tinggi, pengangguran, infrastruktur lemah, serta biaya hidup mahal akibat isolasi geografis.

10. Lesotho

Kemiskinan kronis, lapangan kerja terbatas, iklim ekstrem, serta tingginya prevalensi HIV/AIDS memperburuk kualitas hidup, terutama di daerah terpencil. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.