Jakarta

Mengulas Konotasi Rakyat Jelata dan Artinya Secara Negatif, Kata-kata yang Bikin Juru Bicara Kepresidenan Viral

Hawa E. Azhari | 8 Desember 2024, 08:27 WIB
Mengulas Konotasi Rakyat Jelata dan Artinya Secara Negatif, Kata-kata yang Bikin Juru Bicara Kepresidenan Viral

AKURAT JAKARTA - Istilah “rakyat jelata” belakangan ini menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat, terutama setelah diucapkan oleh Juru Bicara Kepresidenan Adita Irawati.

Pernyataan tersebut menuai polemik, dengan banyak pihak mempertanyakan sensitivitas penggunaan istilah ini dalam konteks komunikasi publik.

Secara linguistik, istilah “rakyat jelata” sebenarnya memiliki makna yang netral.

Namun, dalam konteks sosial dan budaya, kata ini sering kali dianggap merendahkan karena konotasinya yang cenderung mengacu pada lapisan masyarakat bawah.

Baca Juga: Rayakan 20 Tahun, Indonesian Idol Season ke-13 Kembali Hadir Tahun Ini, Tayang Perdana 9 Desember 2024

Rakyat jelata adalah istilah yang merujuk pada kalangan masyarakat biasa atau orang-orang dari kelas sosial rendah dalam sebuah masyarakat.

Istilah ini sering digunakan untuk membedakan kelompok masyarakat biasa dari golongan elit, bangsawan, atau penguasa.

Secara etimologis, "jelata" berasal dari bahasa Melayu yang berarti "rakyat biasa" atau "umum."

Apakah Bersifat Negatif?

Baca Juga: Lari Pagi Ternyata Bisa Mengobati Sakit Hati Lho, Simak Penjelasannya

Penggunaan istilah ini bisa bersifat netral atau negatif tergantung pada konteks:

Netral:

Dalam konteks formal atau historis, istilah ini digunakan untuk menggambarkan masyarakat umum tanpa konotasi menghina. Misalnya, "rakyat jelata mendukung perjuangan kemerdekaan."

Istilah ini menggambarkan keadaan sosial secara deskriptif tanpa bermaksud merendahkan.

Baca Juga: BMKG Prediksi Hujan Guyur Sebagian Wilayah Jakarta Hari Ini

Negatif:

Dalam beberapa situasi, istilah ini bisa digunakan dengan nada merendahkan, terutama jika dipakai untuk menekankan perbedaan status sosial.

Misalnya, jika digunakan dalam percakapan sehari-hari dengan nada menghina, ini bisa dianggap negatif.

Secara keseluruhan, makna "rakyat jelata" bergantung pada nada dan maksud penggunaannya. Dalam konteks modern, istilah ini jarang digunakan dalam percakapan sehari-hari, dan orang lebih memilih kata seperti "masyarakat biasa" atau "orang kebanyakan" yang memiliki nuansa lebih netral.

Baca Juga: Simulasi Kredit Mobil Bekas Chery Omoda 5 1.5 Z 230T Wagon 2023, Angsuran Mulai dari 4 Jutaan dengan DP Minim!

Kata Rakyat Jelata Viral

Kontroversi terkait “rakyat jelata” mencuat setelah Juru Bicara Kepresidenan Adita Irawati menggunakan istilah ini dalam pernyataan resminya.

Banyak pihak menganggap penggunaan istilah ini tidak sesuai dengan etika komunikasi publik, terutama karena bisa menyinggung perasaan masyarakat yang merasa direndahkan.

Viralnya istilah ini juga memicu diskusi di media sosial.

Baca Juga: Digunakan Sebagai Obat Sejak 7.000 Tahun Silam, Ternyata Bawang Putih Memiliki Banyak Manfaat untuk Kesehatan, Berikut 8 di Antaranya!

Beberapa pengguna media sosial membela penggunaan istilah ini sebagai bagian dari bahasa formal, sementara yang lain menilai bahwa pejabat publik seharusnya lebih berhati-hati dalam memilih kata.

Setelah menuai kritik, Adita Irawati memberikan klarifikasi dan meminta maaf atas pernyataannya.

Ia menegaskan bahwa tidak ada niat untuk merendahkan masyarakat, namun ia berjanji akan lebih berhati-hati dalam menggunakan istilah-istilah tertentu di masa mendatang.

Respons ini mendapat tanggapan beragam. Sebagian masyarakat menghargai permintaan maaf tersebut, namun ada pula yang menganggap bahwa kasus ini menunjukkan perlunya pelatihan komunikasi lebih lanjut bagi pejabat publik.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.