Bagaimana Cara Membedakan Uang Palsu UIN Alauddin Makassar Dengan Uang Asli Jika Lolos Deteksi Mesin ATM? Ternyata Caranya Sangat Mudah

AKURAT JAKARTA - Heboh uang palsu produksi UIN alauddin Makassar yang sangat mirip dengan rupiah asli hingga lolos deteksi mesin ATM, lalu bagaimana cara membedakannya.
Baru-baru ini media sosial digemparkan dengan adanya uang palsu yang hampir tak bisa dibedakan saking miripnya.
Bahkan uang palsu yang dikabarkan telah beredar di kota Makassar itu disebut-sebut bisa lolos deteksi mesin ATM.
Lalu bagaimana cara membedakannya dengan uang asli?
Meskipun terlihat sangat mirip, uang palsu UIN Alauddin Makassar tetap memiliki celah berbeda dengan uang asli yang beredar saat ini.
Dosen Perbankan Syariah UM Surabaya Fatkur Huda menerangkan cara sederhana mengenali uang asli dengan metode klasik yakni 3D: Dilihat, Diraba, dan Diterawang.
Jika dilihat dari penampakannya dengan seksama, rupiah asli memiliki warna tajam yang tidak pudar.
“Uang asli memiliki warna yang tajam dan tidak pudar, dengan gambar pahlawan dan motif tradisional yang terlihat jelas serta detail," terang Fatkur dikutip dari Um Surabaya.
Kemudian cara yang kedua adalah diraba. Karena secara tekstur, rupiah asli memiliki rasa yang khas dan tidak licin.
Tak hanya itu, pada bagian angka nominal, tulisan "Bank Indonesia," dan gambar pahlawan terasa timbul saat disentuh.
Cara ketiga adalah diterawang. Uang asli memiliki watermark gambar pahlawan dan nominal yang jelas jika diterawang ke arah cahaya terang.
“Uang asli memiliki microtext atau tulisan mikro yang hanya bisa dilihat dengan kaca pembesar. Saat disorot dengan sinar ultraviolet (UV), elemen tertentu pada uang asli, seperti nomor seri dan ornamen khusus, akan bersinar terang,” terangnya.
Baca Juga: BI Kecolongan! Uang Palsu Cetakan UIN Alauddin Makassar Tak Terdeteksi di ATM
Perbedaan mencolok uang asli dengan uang palsu adalah dari segi bahan baku hingga teksturnya.
Uang asli menggunakan bahan baku kertas berserat kapas yang akan susah untuk ditemukan sedangkan uang palsu menggunakan jenis kertas yang bisa ditemukan dengan mudah.
Uang asli juga memiliki tekstur yang khas dan hampir tidak bisa ditiru oleh uang palsu yang kebanyakan memiliki tekstur yang halus.
Baca Juga: Wow! Peredaran Uang Palsu Senilai Rp 15 Triliun Dibongkar Polres Pandeglang
Jika melihat dari uang palsu UIN Makassar ada beberapa perbedaan yang bisa dikenali untuk membandingkan dengan uang asli.
Uang palsu UIN Makassar diketahi bercahaya saat disinari dengan sinar UV, namun jika diperhatikan lagi uang palsu tersebut memiliki sinar biru sedangkan uang asli keluaran BI memiliki sinar kehijauan.
Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI, Marlison Hakim menjelaskan jika uang yang disinari UV memendarkan cahaya biru sudah dipastikan adalah uang palsu.
Baca Juga: Polisi Ungkap Sindikat Uang Palsu, Ratusan Ribu Lembar Disita
Hal ini sebagaimana tertuang dalam peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 24/9/PBI/2022 tanggal 15 Agustus 2022 tentang Pengeluaran dan Pengedaran Uang Rupiah Kertas Pecahan 50.000 Tahun Emisi (TE) 2022.
Dimana uang rupiah asli pecahan Rp50.000 memiliki kecirian sebagai berikut:
Dalam Pasal 5.(2).h dan Pasal 6.(2).g, bahwa pada saat didekatkan dengan sinar UV, uang Rupiah asli akan memendar dalam beberapa warna dan menampilkan motif/ornamen tertentu.
Baca Juga: Sprindik Penetapan Hasto Kristiyanto Sebagai Tersangka KPK Beredar, PDIP: Belum Terima Kabar
Pada sisi depan uang Rupiah pecahan Rp50.000 TE 2022 terlihat gambar bunga Jepun Bali, tanda tangan Gubernur Bank Indonesia beserta tulisan “GUBERNUR BANK INDONESIA” dan tanda tangan Menteri Keuangan Republik Indonesia beserta tulisan “MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA”.
Kemudian ada gambar motif khas Indonesia yakni gambar wilayah NKRI dan juga ornamen geometris berupa lingkaran kecil.
Apa yang harus dilakukan ketika mendapatkan uang palsu?
Saat menyadari memiliki uang palsu, masyarakat dihimbau untuk tidak membelanjakannya dan segera melapor ke bank terdekat atau bank Indonesia.
Dianjurkan juga untuk segera melapor ke kantor polisi agar tidak semakin merugikan. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Torino vs Udinese di Serie A, 13 Oktober 2026: Mampukah Granata Bangkit di Kandang?
- 2Prediksi Skor Coventry City vs Newcastle United di Premier League, 13 Oktober 2026: Mampukah The Sky Blues Menghentikan Dominasi The Magpies?
- 3Prediksi Skor Levante vs Sevilla di La Liga, 13 Oktober 2026: Duel Dua Tim Terluka di Ciudad de Valencia
- 4Prediksi Skor Aston Villa vs Brentford di Premier League, 10 Oktober 2026: Rekor Tak Terkalahkan The Bees Diuji Unai Emery
- 5Prediksi Skor Atalanta vs Venezia di Serie A, 12 Oktober 2026: Mampukah La Dea Mengakhiri Tren Negatif?
- 6Prediksi Skor Sunderland vs Brighton di Premier League, 10 Oktober 2026: Akankah Peforma Apik The Seagulls Tambah Derita Tuan Rumah?
- 7Prediksi Skor Hoffenheim vs Hamburger SV di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Dua Tim yang Terluka
- 8Prediksi Skor Ipswich Town vs Fulham di Premier League, Sabtu 10 Oktober 2026: Mampukah The Tractor Boys Memutus Rekor Buruk?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





