Jakarta

Apa Saja Rekam Jejak Alumni yang Ikut Mempengaruhi Kelulusan Siswa Peserta SNBP? Begini Penjelasan Koordinator SNBP 2025

Sastra Yudha | 3 Februari 2025, 21:16 WIB
Apa Saja Rekam Jejak Alumni yang Ikut Mempengaruhi Kelulusan Siswa Peserta SNBP? Begini Penjelasan Koordinator SNBP 2025

AKURAT JAKARTA - Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi atau SNBP 2025 untuk masuk perguruan tinggi negeri akan dimulai besok Selasa, 4 Februari 2025.

Banyak orang tua dan siswa yang bertanya-tanya, apakah rekam jejak alumni SMA tersebut di kampus yang akan dituju ikut mempengaruhi kelulusan siswa peserta SNBP?

Sebab, rumor yang berkembang di masyarakat menyebutkan bahwa rekam jejak alumni SMA di kampus tersebut ikut menjadi salah satu bahan pertimbangan untuk menerima atau meloloskan juniornya di SMA asal.

Baca Juga: All New Innova Reborn 2025: Tampilan Desain, Spesifikasi, Harga Serta Kelebihan dan Kekurangannya

Sebagaimana diketahui, seleksi jalur SNBP ini didasarkan pada nilai rapor siswa dari semester satu hingga lima di SMA/MA/SMK. Dulu, disebut jalur undangan.

Dikutip dari YouTube SNPMB ID, Koordinator SNBP 2025, Riza Satria Perdana, mengungkapkan sejumlah fakta soal keterkaitan alumni dengan kelolosan peserta SNBP.

Riza Satria mengungkapkan, Sebagian besar perguruan tinggi memang masih menggunakan rekam jejak alumni SMA asal peserta dalam pertimbangan kelulusan peserta SNBP.

"(Terkait dengan rekam jejak alumni), ya memang perguruan tinggi sebagian besar itu buka tracking dari yang dulu diterima SNBP, begitu sudah masuk ke kuliah," jelas Riza dalam kanal youtube: Sosialisasi Daring Mekanisme Pendaftaran SNBP, Senin (3/2/2025).

Rekam jejak alumni yang dilihat itu, antara lain:

Pertama, nilai.

"Nilainya (waktu kuliah) bagaimana? Apakah relevan dan inline dengan nilai yang ada di rapor SMA-nya," jelasnya.

Kedua, terkait daftar ulang.

Riza mengatakan, rekam jejak alumni terkait keputusannya mengambil hasil SNBP tahun sebelumnya atau tidak, juga jadi pertimbangan perguruan tinggi tersebut dalam menentukan lolos tidaknya siswa peserta SNBP.

"Kalau misalnya dulu sudah ada diterima, kemudian enggak nongol waktu pendaftaran ulang, nah itu ada juga perguruan tinggi yang menjadikan catatan bahwa SMA tersebut kalau siswanya diterima nggak daftar ulang," katanya.

Baca Juga: Dinilai Menyusahkan Rakyat, Bahlil Jusru Minta Masyarakat Sabar Antre Gas LPG 3 Kg

Ketiga, jumlah alumni.

Jumlah alumni SMA tersebut yang sudah lolos di perguruan tinggi yang dituju, menjadi salah satu pertimbangan. Terlebih bagi siswa yang alumninya belum ada di kampus tersebut.

"Gimana kalau tahun sebelumnya belum pernah ada alumni SMA tersebut yang di perguruan tinggi itu? ya mungkin itu jadi kriteria tambahan. Mungkin kriteria utamanya nilai rapor, nilai rata-rata mata pelajaran pendukung dan prestasi," tutur Riza.

Keempat, indeks nilai UTBK dan AN.

Riza mengatakan, salah satu faktor yang ikut menentukan kelolosan siswa dalam SNBP adalah indeks nilai Asesmen Nasional (AN) dan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) alumni.

"Yang perlu diperhatikan SMA juga adalah indeks dari Asesmen Nasional. Kemudian, ada juga indeks UTBK tahun lalu. Karena ini juga dipertimbangkan," ungkapnya.

"Kalau ada alumni SMA itu yang tahun lalu ikut UTBK, maka itu akan dilihat nilainya. Nilai prestasi di UTBK-nya seperti apa," sambungnya.

Riza meminta para peserta SNBP tak perlu khawatir dan risau dengan jejak alumni ini. Beberapa universitas pada tahun lalu banyak yang menerima siswa tanpa menilai rekam jejak alumninya.

Baca Juga: Xpander Kejang-kejang! All New Innova Reborn 2025 Akan Masuk Indonesia Bawa Desain Lebih Sporty dan Performa Unggul

Namun yang pasti, lanjut Riza, penilaian utama dalam SNBP adalah rata-rata nilai rapor dan prestasi yang dimiliki siswa.

Sehingga jika kedua nilai tersebut baik, maka siswa berpeluang besar lolos di SNBP. "Rata-rata dari nilai rapor seluruh mata pelajaran itu jadi hal yang penting," pungkasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.