Mengulas Konotasi Rakyat Jelata dan Artinya Secara Negatif, Kata-kata yang Bikin Juru Bicara Kepresidenan Viral

AKURAT JAKARTA - Istilah “rakyat jelata” belakangan ini menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat, terutama setelah diucapkan oleh Juru Bicara Kepresidenan Adita Irawati.
Pernyataan tersebut menuai polemik, dengan banyak pihak mempertanyakan sensitivitas penggunaan istilah ini dalam konteks komunikasi publik.
Secara linguistik, istilah “rakyat jelata” sebenarnya memiliki makna yang netral.
Namun, dalam konteks sosial dan budaya, kata ini sering kali dianggap merendahkan karena konotasinya yang cenderung mengacu pada lapisan masyarakat bawah.
Rakyat jelata adalah istilah yang merujuk pada kalangan masyarakat biasa atau orang-orang dari kelas sosial rendah dalam sebuah masyarakat.
Istilah ini sering digunakan untuk membedakan kelompok masyarakat biasa dari golongan elit, bangsawan, atau penguasa.
Secara etimologis, "jelata" berasal dari bahasa Melayu yang berarti "rakyat biasa" atau "umum."
Apakah Bersifat Negatif?
Baca Juga: Lari Pagi Ternyata Bisa Mengobati Sakit Hati Lho, Simak Penjelasannya
Penggunaan istilah ini bisa bersifat netral atau negatif tergantung pada konteks:
Netral:
Dalam konteks formal atau historis, istilah ini digunakan untuk menggambarkan masyarakat umum tanpa konotasi menghina. Misalnya, "rakyat jelata mendukung perjuangan kemerdekaan."
Istilah ini menggambarkan keadaan sosial secara deskriptif tanpa bermaksud merendahkan.
Baca Juga: BMKG Prediksi Hujan Guyur Sebagian Wilayah Jakarta Hari Ini
Negatif:
Dalam beberapa situasi, istilah ini bisa digunakan dengan nada merendahkan, terutama jika dipakai untuk menekankan perbedaan status sosial.
Misalnya, jika digunakan dalam percakapan sehari-hari dengan nada menghina, ini bisa dianggap negatif.
Secara keseluruhan, makna "rakyat jelata" bergantung pada nada dan maksud penggunaannya. Dalam konteks modern, istilah ini jarang digunakan dalam percakapan sehari-hari, dan orang lebih memilih kata seperti "masyarakat biasa" atau "orang kebanyakan" yang memiliki nuansa lebih netral.
Kata Rakyat Jelata Viral
Kontroversi terkait “rakyat jelata” mencuat setelah Juru Bicara Kepresidenan Adita Irawati menggunakan istilah ini dalam pernyataan resminya.
Banyak pihak menganggap penggunaan istilah ini tidak sesuai dengan etika komunikasi publik, terutama karena bisa menyinggung perasaan masyarakat yang merasa direndahkan.
Viralnya istilah ini juga memicu diskusi di media sosial.
Beberapa pengguna media sosial membela penggunaan istilah ini sebagai bagian dari bahasa formal, sementara yang lain menilai bahwa pejabat publik seharusnya lebih berhati-hati dalam memilih kata.
Setelah menuai kritik, Adita Irawati memberikan klarifikasi dan meminta maaf atas pernyataannya.
Ia menegaskan bahwa tidak ada niat untuk merendahkan masyarakat, namun ia berjanji akan lebih berhati-hati dalam menggunakan istilah-istilah tertentu di masa mendatang.
Respons ini mendapat tanggapan beragam. Sebagian masyarakat menghargai permintaan maaf tersebut, namun ada pula yang menganggap bahwa kasus ini menunjukkan perlunya pelatihan komunikasi lebih lanjut bagi pejabat publik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Nottingham Forest vs Coventry City di Premier League, 19 September 2026: Mampukah The Sky Blues Hentikan Tren Buruk?
- 2Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Premier League, 19 September 2026: Duel Ketat Dua Tim Papan Tengah di Hill Dickinson
- 3Prediksi Skor Newcastle United vs Hull City di Premier League, 19 September 2026: Misi The Magpies Bangkit dari Kekalahan Telak
- 4Prediksi Skor Stuttgart vs Borussia Dortmund di Bundesliga, 19 September 2026: Bisakah Die Roten Hentikan Laju BVB?
- 5Prediksi Skor Celta Vigo vs Racing Santander di La Liga, 19 September 2026: Mampukah Los Celestes Raih Kemenangan Perdana?
- 6Prediksi Skor Venezia vs Lazio di Serie A, 20 September 2026: Mampukah Biancocelesti Lanjutkan Tren Positif?
- 7Prediksi Skor Athletic Bilbao vs Deportivo Alaves di La Liga, 19 September 2026: Mampukah Los Leones Balas Kekalahan Musim Lalu?
- 8Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Ligue 1, 20 September 2026: Duel Ketat Dua Tim Belum Terkalahkan
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







