Jakarta

Waspada! BPBD DKI Catat 26 RT di Jaktim Masih Tergenang Banjir, Akibat Hujan Deras dan Kiriman Air dari Hulu

Laode Akbar | 25 Mei 2026, 11:43 WIB
Waspada! BPBD DKI Catat 26 RT di Jaktim Masih Tergenang Banjir, Akibat Hujan Deras dan Kiriman Air dari Hulu
Ilustrasi - Banjir di Jakarta

AKURAT JAKARTA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat sebanyak 26 rukun tetangga (RT) di wilayah Jakarta Timur masih tergenang banjir hingga Senin (25/5/2026) pukul 08.00 WIB.

Genangan terjadi setelah hujan deras mengguyur Jakarta dan wilayah sekitarnya pada Minggu (24/5/2026), disertai kenaikan tinggi muka air di sejumlah pos pantau.

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Maruli Simanjuntak, mengatakan hujan berintensitas tinggi menyebabkan kenaikan status di sejumlah pintu air dan pos pengamatan, sehingga berdampak pada meluapnya aliran sungai di beberapa kawasan.

Baca Juga: Klasemen Akhir Serie A 2025/2026: Como Cetak Sejarah ke Liga Champions, AC Milan Terlempar ke Liga Europa

"BPBD mencatat saat ini terdapat 26 RT (masih tergenang banjir)," kata Maruli dalam keterangannya, Senin (25/5/2026).

Adapun data wilayah terdampak sebagai berikut:

Jakarta Timur

Terdapat 26 RT, yang terdiri dari:

- Kel. Kampung Melayu: 16 RT

- Kel. Cawang: 7 RT

- Kel. Cililitan: 1 RT

- Kel. Bidara Cina: 2 RT

Banjir yang sudah surut sebagai berikut:

- Kel. Pejaten Timur: 3 RT

Maruli menjelaskan BPBD bersama sejumlah organisasi perangkat daerah terus melakukan upaya penanganan di lapangan.

Baca Juga: Takluk dari Cagliari, AC Milan Apes Gagal Tembus Liga Champions

Personel dikerahkan untuk memantau perkembangan genangan sekaligus mempercepat proses penyusutan air.

"Kami terus berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan, serta pemerintah wilayah setempat untuk melakukan penyedotan genangan, memastikan saluran air berfungsi optimal, dan menyiapkan kebutuhan dasar bagi warga terdampak," ujarnya.

Menurutnya, percepatan penanganan dilakukan agar genangan dapat segera surut dan aktivitas masyarakat kembali normal.

BPBD DKI Jakarta juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi genangan maupun banjir susulan mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi berubah.

"Masyarakat diminta tetap berhati-hati dan memantau informasi cuaca maupun kondisi genangan dari kanal resmi pemerintah. Apabila terjadi kondisi darurat, segera menghubungi layanan Jakarta Siaga 112 yang beroperasi selama 24 jam dan tidak dipungut biaya," pungkas Maruli.

Baca Juga: Legislator Golkar Farah Nilai Program CKG Belum Dimanfaatkan Optimal oleh Warga, Dorong Perkuat Edukasi dan Sosialisasi

Sebelumnya, hujan deras pada Minggu sore menyebabkan kenaikan Tinggi Muka Air Bendung Katulampa menjadi Siaga 3 pada pukul 18.00 WIB, Pos Angke Hulu Siaga 3 pada pukul 18.00 WIB, Pos Depok Siaga 3 pada pukul 21.00 WIB, serta Pintu Air Pasar Ikan mencapai Siaga 2 pada pukul 21.00 WIB.

Kondisi tersebut memicu terjadinya genangan di sejumlah kawasan yang berada di sepanjang daerah aliran sungai. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.