Jangan Anggap Sepele Data TKA 2026, Kesalahan NISN Bisa Bikin Hasil Ujian Tertahan

AKURAT JAKARTA - Mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 tidak hanya soal mempersiapkan diri menghadapi ujian.
Ada satu persoalan administratif yang juga perlu diperhatikan sekolah: validitas data peserta.
Sebab, siswa yang sudah mengikuti ujian tetap berpotensi menghadapi masalah jika data kepesertaannya belum dinyatakan valid.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengingatkan satuan pendidikan agar segera memvalidasi data peserta TKA SMA/MA/SMK dan sederajat Tahun 2026.
Sekolah juga diminta menyiapkan dukungan pembiayaan agar seluruh tahapan pelaksanaan ujian dapat berjalan sesuai ketentuan.
Imbauan tersebut disampaikan dalam Webinar Sapa Pendidikan yang membahas pendaftaran TKA 2026, termasuk penyiapan data peserta, penanganan data residu, serta pemanfaatan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOS).
Hingga 28 Agustus 2026, sebanyak 3.559.610 siswa tercatat telah mendaftar TKA 2026.
Namun, angka pendaftar yang besar tersebut bukan berarti seluruh persoalan administratif telah selesai.
Masih terdapat siswa yang memiliki persoalan data, seperti NISN kosong atau tidak valid, ketidaksesuaian data kependudukan dengan Dukcapil, data ganda, hingga belum tercatat dalam rombongan belajar (rombel) kelas akhir.
Persoalan tersebut menjadi penting karena validitas data berkaitan langsung dengan penerbitan Sertifikat Hasil TKA (SHTKA).
Baca Juga: LPDP Kucurkan Rp28 Juta per Bulan untuk Guru SMK Magang di Jerman, Ada Target Besar di Baliknya
Salah satu hal yang perlu menjadi perhatian sekolah adalah kemungkinan hasil TKA ditahan ketika data peserta belum valid.
Siswa yang masih memiliki data residu tetap dapat didaftarkan dan mengikuti ujian susulan.
Namun, SHTKA baru dapat diterbitkan setelah data peserta dinyatakan valid.
Artinya, persoalan administrasi tidak berhenti ketika siswa berhasil mengikuti ujian.
Jika validasi data belum selesai, hasil yang diperoleh siswa belum tentu langsung dapat diterbitkan dalam bentuk sertifikat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 2Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 3Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 4Prediksi Skor Fulham vs Hull City di Premier League, 17 Oktober 2026: Mampukah The Cottagers Mengakhiri Tren Buruk?
- 5Prediksi Skor Le Mans vs Toulouse di Ligue 1, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Hentikan Dominasi Les Violets?
- 6Prediksi Skor Newcastle United vs Aston Villa di Premier League, 17 Oktober 2026: Duel Kontras di St James' Park
- 7Prediksi Skor Hamburger SV vs Stuttgart di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Momentum Positif Jadi Modal Kedua Tim
- 8Prediksi Skor Espanyol vs Atletico Madrid di La Liga, 17 Oktober 2026: Misi Tuan Rumah Hentikan Tren Kemenangan Los Colchoneros
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!








