Siap-siap Tahun Depan, Kemendikdasmen Buka Seleksi CPNS Guru: Lulusan PPG Jadi Prioritas, Non-PPG Tetap Bisa Daftar

AKURAT JAKARTA - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) membuka seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi guru dengan kuota mencapai sekitar 139 ribu posisi.
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikdasmen, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa pemenuhan kuota guru ini akan diselesaikan bertahap dengan skema persentase 30 persen di tahun pertama, 30 persen di tahun kedua, dan 40 persen di tahun ketiga.
"Intinya itu ada 464.000 yang akan dibuka secara bertahap selama tiga tahun. Pembagiannya 30 persen, 30 persen, dan 40 persen. Jadi dihitung saja, dari 464 ribu itu 30 persennya berapa, nah itu yang akan dimulai untuk CPNS guru tahun ini," kata Nunuk dikutip Rabu (23/9).
Baca Juga: AI Baru dari Meta 'Muse' Berhasil Salip Kepopuleran ChatGPT dalam 12 Hari
Peluang Terbuka untuk Fresh Graduate Tanpa Sertifikat PPG
Menariknya, pendaftaran CPNS guru kali ini tidak hanya dipatok bagi pemegang sertifikat Pendidikan Profesi Guru (PPG).
Nunuk membeberkan bahwa lulusan baru (fresh graduate) jenjang S1/D-IV hingga guru honorer yang memenuhi kriteria umum PNS diperbolehkan untuk ikut mendaftar.
"Jadi tidak harus sudah mengikuti PPG, karena nanti kan kami yang meng-PPG-kan. Tapi tentu saja, yang sudah mengantongi PPG akan mendapatkan nilai prioritas," jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa alokasi 139 ribu formasi tersebut sudah mencakup kebutuhan pengajar untuk proyek Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT).
Di sisi lain, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, menegaskan komitmen pemerintah dalam merangkul guru non-ASN (honorer).
Sesuai arahan Presiden Prabowo, seluruh guru non-ASN diberi kesempatan penuh untuk mengubah statusnya melalui jalur tes CPNS maupun PPPK.
Bagi peserta honorer yang nantinya tidak lolos seleksi, Mu'ti memastikan bahwa mereka tidak akan kehilangan pekerjaan maupun penghasilan.
"Guru non-ASN diberi kesempatan menjadi PNS atau PPPK lewat tes. Namun, jika belum berhasil lolos, status mereka tetap dipertahankan sebagai guru non-ASN yang penggajiannya didukung melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS)," pungkasi Abdul Mu'ti saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Anderlecht vs RB Salzburg di UEL, 6 November 2026: Adu Kuat Rekor Kandang dan Tandang
- 2Prediksi Skor NEC Nijmegen vs Omonia di UEL, 6 November 2026: Misi Menghentikan Tren Negatif di De Goffert
- 3Prediksi Skor Lillestrom vs Viktoria Plzen di UEL, 6 November 2026: Memburu Kemenangan Perdana di Norwegia
- 4Prediksi Skor Levski Sofia vs Jagiellonia di UEL, 6 November 2026: Momentum Positif Jadi Modal Kedua Tim
- 5Prediksi Skor Crystal Palace vs Hoffenheim di UEL, 6 November 2026: Duel Tim Terpuruk di Selhurst Park
- 6Prediksi Skor Sparta Praha vs Bournemouth di UEL, 6 November 2026: Akankah Runtunan Kemenangan The Cherries Terus Berlanjut?
- 7Prediksi Skor Real Sociedad vs Lyon di UEL, 6 November 2026: Duel Sengit di Reale Arena
- 8Prediksi Skor AC Milan vs Ferencvaros di UEL, 6 November 2026: Momentum Derby Jadi Modal Rossoneri
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






