Anak Sekolah, Orang Tua Berwirausaha: Cara Sekolah Rakyat Memutus Rantai Kemiskinan

AKURAT JAKARTA - Menyekolahkan anak menjadi langkah penting untuk memperbaiki masa depan keluarga.
Namun, bagi keluarga yang hidup dalam keterbatasan ekonomi, pendidikan anak juga perlu berjalan beriringan dengan upaya meningkatkan penghasilan rumah tangga.
Pendekatan inilah yang dikembangkan sejumlah Sekolah Rakyat melalui pendidikan akademik, pelatihan keterampilan, dan pendampingan usaha bagi orang tua siswa.
Empat Sekolah Rakyat meraih penghargaan sebagai Penyelenggara Sekolah Rakyat Terbaik dalam Mandaya Awards 2026 yang digelar Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat.
Keempatnya adalah Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Kediri, SRT 1 Kabupaten Takalar, SRT 1 Kabupaten Bogor, dan Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 14 Bandung Barat.
Penghargaan tersebut menjadi sorotan karena pendekatan yang diterapkan tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik.
Sekolah juga berupaya membekali siswa dengan keterampilan praktis serta mendorong orang tua agar memiliki kemampuan ekonomi yang lebih mandiri.
Orang tua dilatih agar memiliki sumber penghasilan
Salah satu contoh terlihat di SRT 1 Kabupaten Takalar.
Sekolah ini bekerja sama dengan Sentra Pangurangi Takalar untuk memberikan pelatihan pembuatan kerupuk dan makanan ringan kepada orang tua siswa.
Baca Juga: Dari Majalah Bobo ke Bioskop, Oki & Nirmala Hadapi Tantangan Menjangkau Generasi Baru
Peserta tidak hanya memperoleh pelatihan, tetapi juga bahan baku dan peralatan untuk memulai produksi.
Hasilnya, sebagian orang tua mulai menjual produk mereka di toko-toko kecil dan membuka warung di rumah.
Kepala SRT 1 Kabupaten Takalar, M Jufrianto, menjelaskan bahwa bantuan tersebut membantu peserta mempraktikkan keterampilan yang telah dipelajari.
"Dibelikan bahannya, kemudian dibelikan alatnya oleh pihak sentra. Jadi alhamdulillah, mereka sekarang sudah biasa. Ada yang bahkan sudah jual di toko-toko kecil mereka di rumah, buka warung sendiri," ungkap Jufrianto.
Kasus ini memperlihatkan pentingnya menghubungkan pelatihan dengan sarana produksi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Parma vs Udinese di Serie A, 29 Oktober 2026: Misi Keluar dari Tren Buruk
- 2Prediksi Skor Bochum vs Mainz 05 di DFB-Pokal, 28 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Menghentikan Dominasi Tim Bundesliga?
- 3Prediksi Skor Freiburg vs Wolfsburg di DFB-Pokal, 29 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Buruk?
- 4Prediksi Skor Hamburger SV vs Eintracht Frankfurt di DFB-Pokal, 28 Oktober 2026: Duel Dua Tim dengan Pertahanan Rapuh
- 5Prediksi Skor Bournemouth vs Aston Villa di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Duel Dua Tim yang Sedang Panas
- 6Prediksi Skor Sonnenhof Grossaspach vs Augsburg di DFB-Pokal, 28 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Die Fuggerstadter
- 7Prediksi Skor Borussia Dortmund vs Werder Bremen di DFB-Pokal, 28 Oktober 2026: Mampukah BVB Mempertahankan Dominasi?
- 8Kekurangan 464 Ribu Guru, CPNS 2027 Buka Peluang bagi Fresh Graduate
- 9Kekurangan 464 Ribu Guru, CPNS 2027 Buka Peluang bagi Fresh Graduate
- 10Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih





