Jakarta

Tujuh Kali Ditolak Jurnal, Fildza Tetap Berjuang hingga Raih IPK 4,00 di UGM

Anggerhana Denni Rahmawati | 3 November 2026, 20:45 WIB
Tujuh Kali Ditolak Jurnal, Fildza Tetap Berjuang hingga Raih IPK 4,00 di UGM
Perjuangan Fildza raih gelar doktor di tengah peran sebagai ibu dan dosen. - UGM

AKURAT JAKARTA - Meraih gelar doktor bukan hanya tentang menyelesaikan perkuliahan dan penelitian.

Ada proses panjang yang harus dilalui, termasuk menghadapi kegagalan berulang kali sebelum sebuah karya ilmiah dapat diterima untuk dipublikasikan.

Pengalaman tersebut dialami Fildza Huwaina Fathnin ketika menempuh pendidikan Doktor Ilmu Farmasi di Universitas Gadjah Mada (UGM).

Di tengah tanggung jawab sebagai dosen dan ibu dari anak yang masih kecil, Fildza harus menghadapi tujuh kali penolakan jurnal.

Perjalanan akademiknya bahkan sempat tertunda selama dua bulan karena sang ibu mengalami sakit dan harus menjalani operasi besar.

Meski menghadapi berbagai hambatan, Fildza berhasil menyelesaikan pendidikan doktor dengan IPK 4,00 dan predikat cum laude.

Capaian tersebut menempatkannya dalam kelompok 54 lulusan dengan IPK tertinggi dari total 270 lulusan program doktor UGM.

Tujuh kali penolakan tidak menghentikan penelitian

Salah satu tantangan yang dihadapi Fildza selama menyelesaikan pendidikan doktor adalah proses publikasi hasil penelitian.

Dalam upaya menerbitkan karya ilmiah di jurnal bereputasi, ia mengalami tujuh kali penolakan.

Baca Juga: Pernah Putus Sekolah dan Jadi Tukang Kebun, Saryono Kini Berhasil Raih Gelar Doktor

Penolakan tersebut menjadi hambatan tersendiri karena publikasi merupakan bagian penting dalam perjalanan akademiknya.

Namun, ia tidak menjadikan kegagalan tersebut sebagai alasan untuk menghentikan penelitian.

Setelah melalui berbagai proses, Fildza berhasil menghasilkan empat manuskrip penelitian.

Ketekunan tersebut menjadi salah satu bagian dari perjuangannya hingga dapat menuntaskan pendidikan S3.

"Selama kita ada kemauan dan berusaha memberikan yang terbaik, pasti ada jalan. Saya percaya bahwa setiap kesulitan akan selalu disertai kemudahan," tuturnya.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.