Jakarta

Kenali 5 Perbedaan Cacar Monyet, Cacar Air dan Campak, Agar Tak Salah Pengobatan

Sastra Yudha | 24 Oktober 2023, 22:03 WIB
Kenali 5 Perbedaan Cacar Monyet, Cacar Air dan Campak, Agar Tak Salah Pengobatan

AKURAT JAKARTA - Penyakit cacar monyet atau monkeypox saat ini telah masuk ke Indonesia, khususnya Jakarta.

Hingga tanggal 24 Oktober 2023 hari ini, telah ditemukan 10 kasus positif cacar monyet dan 11 orang suspek yang tersebar di wilayah Jakarta.

Cacar monyet atau Mpox merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus monkeypox. Virus ini sangat menular.

Penularan bisa dilakukan melalui droplet berupa bersin, liur, atau dahak yang mengontaminasi lingkungan atau kontak kulit, kontak luka, tangan, kontak seksual, dan cairan ubuh.

Baca Juga: Inilah 3 Serial Film Terbaik di Netflix yang Tak Kalah Seru dengan Lupin, Pencuri Paling Terkenal di Prancis

Sepintas, cacar monyet ini mirip dengan cacar air dan campak. Padahal, ketiganya sangat berbeda.

Paling tidak, ada lima perbedaan yang cukup menonjol antara cacar monyet, cacar air, dan campak.

Berikut adalah lima perbedaan itu, kenali secara kasat mata agar tak salah mendiagnosa:

Baca Juga: Vierratale hingga Maliq & The Essentials Siap Meriahkan Akurat Fest di Bandung, Ini Jadwal dan Daftar Line Up

1. Jenis ruam

Ruam cacar monyet bisa berupa makula, papula, vesikel, pustula, dan krusta.

Cacar monyet menimbulkan jenis ruam yang sama di seluruh anggota tubuh pada fase akut, yakni nol sampai lima hari pertama maupun fase erupsi di hari satu sampai tiga setelah timbul demam.

Pada cacar air ruam hanya berbentuk makula (lesi rata dengan warna berbeda serta ukuran hingga 0,5 cm).

Kemudian, papula (lesi padat dan timbul dengan ukuran hingga 0,5 cm) dan vesikel (lesi bintik berisi cairan) pada berbagai fase.

Sementara, untuk jenis ruam campak berupa ruam non-vesikel atau bukan bintik-bintik merah berair di berbagai fase.

Baca Juga: Konser Dangdut di Ancol Akhir Pekan Ini, Ada Ndarboy Genk hingga Brodin, Harga Tiketnya Dijamin Murah

2. Persebaran ruam

Persebaran ruam pada cacar monyet berawal dari kepala, ke wajah lebih padat dan anggota badan, serta juga muncul di telapak tangan dan kaki.

Sedangkan cacar air persebaran ruamnnya dimulai dari kepala, padat di tubuh, serta tidak muncul pada telapak tangan dan kaki.

Adapun pada campak persebaran ruam dimulai di kepala lalu menyebar ke bawah dan dapat mencapai tangan serta kaki.

3. Perkembangan ruam

Perbedaan cacar monyet, cacar air, dan campak juga bisa terlihat dari perkembangan ruam.

Bagi penderita cacar monyet, ruam berkembang secara lambat, yakni tiga sampai empat minggu.

Sedangkan bagi penderita cacar air dan campak, perkembangan ruamnnya terhitung cepat dan dapat terjadi dalam hitungan hari.

Baca Juga: Nakama Merapat! Ini Daftar Harga dan Cara Beli Tiket Pre-sale Pameran One Piece di MOI Jakarta

4.Gejala demam

Penyakit cacar monyet, cacar air, dan campak memiliki gejala demam yang berbeda.

Cacar monyet muncul dengan gejala demam yang suhunya mencapai lebih dari 38 derajat celcius. Gejala demam tersebut disertai dengan ruas usai satu sampai tiga hari.

Sementara cacar air ditandai dengan gejala demam yang bisa mencapai 39 derajat celcius, dengan ruam usai nol sampai dua hari.

Sedangkan campak ditandai dengan gejala demam tinggi hingga 40,5 derajat celcius, dengan ruam yang muncul usai dua sampai empat hari.

Baca Juga: Mudah Didapat dan Minim Efek Samping, Ini 4 Bahan Rumahan untuk Mencegah dan Mengobati Bibir Pecah-pecah

5. Gejala khas penyakit

Perbedaan ketiga penyakit juga bisa dilihat dari gejala khasnya.

Gejala khas pada cacar monyet disertai kelenjar getah bening yang membengkak.

Pada cacar air, gejala khasnya yaitu munculnya ruam yang disertai gejala gatal-gatal di tempat kemunculan ruam.

Sedangkan pada campak, gejala khasnya yakni ruam dan munculnya koplik spots (bintik putih) yang muncul pada area mulut. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.