Jakarta

Guru Ngaji di Bekasi yang Cabuli 5 Santriwati Meninggal di Tahanan, Karena Apa? Begini Keterangan Rekan Satu Sel

Sastra Yudha | 9 Oktober 2024, 22:04 WIB
Guru Ngaji di Bekasi yang Cabuli 5 Santriwati Meninggal di Tahanan, Karena Apa? Begini Keterangan Rekan Satu Sel

AKURAT JAKARTA - Salah satu tersangka kasus pencabulan santriwati di Lembaga Pengajian Al Qona'ah Bekasi, ditemukan meninggal dunia di tahanan Polres Metro Bekasi.

Korban bernama Sudin bin Muslim. Ia merupakan pemilik Lembaga Pengajian Al Qona'ah sekaligus pelaku pemerkosaan terhadap lima siswi atau santriwati. Sudin meninggal dunia pada Selasa, 8 Oktober 2024.

Kasi Humas Polres Metro Bekasi, AKP Akhmadi, mengatakan bahwa awalnya petugas jaga mendapat laporan dari tahanan lainnya, mengenai kondisi Sudin yang tiba-tiba mengalami gangguan pernapasan.

Baca Juga: INGAT! Penjualan Tiket Konser Spesial Rossa 'Here I Am' Mei 2025 Sudah Dimulai Hari Ini, Segini Harganya

Sudin pun langsung dilarikan ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati. Namun nyawanya tak tertolong.

"Sesampainya di sana (rumah sakit), pelaku dinyatakan meninggal dunia," ungkap Akhmadi kepada wartawan, Rabu 9 Oktober 2024

Sebagaimana diketahui, Sudin bersama putranya Muhammad Hadi Sopian alias MHS ditangkap polisi karena melakukan tindak pidana asusila terhadap lima korbannya.

Kedua orang tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Pasal 81 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak, yang merupakan ketentuan dalam Perpu Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak.

Menurut Pasal 81, setiap orang yang melakukan pelanggaran terhadap ketentuan Pasal 76D diancam dengan pidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 15 tahun.

Kasus ini bermula saat warga menggeruduk Lembaga pengajian atau mereka sebut pondok pesantren Al Qana'ah di Karang Bahagia, Bekasi, 26 September 2024 lalu.

Baca Juga: Lagi-lagi Kekerasan Anak di Daycare, Seorang Pengasuh Tertangkap Basah Kamera CCTV Sedang Lakukan Ini Ke Anak Asuh

Warga emosi dan mendatangi tempat ngaji tersebut, karena mendengar pengakuan salah satu santriwatinya yang menjadi korban pencabulan pimpinan pondok.

Video penggerudukan itu bahkan sempat viral di media social. Terlihat ratusan warga berkumpul di rumah tersangka saat akan diamankan pihak kepolisian. (*)

 

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.