Jakarta

Pernah Viral di 2024, Puluhan Mobil Alami Rusak Mesin Usai Diisi Bensin Pertamax, Ada Indikasi BBM Oplosan?

Aisya Nur Aziza | 26 Februari 2025, 06:30 WIB
Pernah Viral di 2024, Puluhan Mobil Alami Rusak Mesin Usai Diisi Bensin Pertamax, Ada Indikasi BBM Oplosan?

 

 

 

AKURAT JAKARTA - Pernah viral pada masanya, sebuah video kembali beredar di media sosial usai terungkapnya kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produksi kilang oleh Kejagung pada Selasa, (25/2).

Dalam video berdurasi 1 menit 24 detik tersebut, memperlihatkan puluhan mobil disebuah bengkel Daihatsu Cibinong Bogor mengalami kerusakan dibeberapa bagian seperti filter dan pompa bensin.

Menurut penuturan seorang wanita yang ada dalam video, kerusakan diduga di akibatkan oleh penggunaan bahan bakar Pertamax RON 92.

Baca Juga: Pertamina Bantah Tuduhan Jual BBM Oplosan Pertalite Jadi Pertamax

Berdasarkan penelusuran tim Akurat Jakarta, PT Pertamina pada saat itu sempat melakukan permintaan maaf atas kualitas Pertamax yang dinilai buruk.

Bahkan pihaknya sempat menjawab soal fenomena tersebut pada beberapa mobil yang alami kerusakan usai melakukan pengisian BBM Pertamax.

Hasil investigasi sementara menuturkan bahwa kerusakan hanya terjadi ditipe dan merk kendaraan tertentu.

Namun pada Februari 2025, Kejagung justru berhasil mengungkap kasus korupsi yang dilakukan tujuh tersangka termasuk Dirut Pertamina Patra Niaga terkait pengoplosan RON 90 menjadi RON 92. 

Baca Juga: Dirut Pertamina Patra Niaga Jadi Tersangka Kasus Korupsi, Oplos Minyak Mentah Pertalite Jadi Pertamax

Direktur penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Abdul Qohar kemudian mengungkapkan.

Kerugian atas tindakan melawan hukum yang dilakukan oleh ketujuh tersangka bernilai Rp193,7 triliun.

"BBM berjenis RON 90, tetapi dibayar seharga RON 92, kemudian dioplos, dicampur, kerugian keuangan negara sekitar Rp193,7 triliun," kata Abdul Qohar di Gedung Kejaksaan Agung Jakarta, pada Senin (24/02) malam.

Baca Juga: Viral Mie Gacoan Disegel Satpol PP Karena Mengandung Minyak Babi, Benarkah?

Meski adanya dugaan pengoplosan BBM, Pertamina (Persero) membantah jika kualitas bahan bakar yang beredar di masyarakat merupakan hasil oplosan Pertalite menjadi Pertamax.

Menurutnya, narasi oplosan yang disampaikan kejagung mengalami mispersepsi dikalangan masyarakat.

"Ini kan muncul narasi oplosan itu kan juga gak sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Kejaksaan sebetulnya. Jadi di Kejaksaan mungkin kalau boleh saya ulang, lebih mempermasalahkan tentang pembelian RON 90 dan RON 92, bukan adanya oplosan," kata Vice President Corporat Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso di kompleks Gedung DPD RI, Selasa (25/2). (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.