Waspada, 600 Orang Tewas di Jakarta Akibat Kecelakaan hingga Oktober 2025

AKURAT JAKARTA - Angka fatalitas akibat kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polda Metro Jaya menunjukkan data yang memprihatinkan.
Sepanjang periode Januari hingga Oktober 2025, tercatat sebanyak 600 orang meninggal dunia akibat kecelakaan.
Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya, Kombes Komarudin, mengungkapkan bahwa ratusan korban jiwa tersebut timbul dari total 11.000 lebih kasus kecelakaan yang terjadi. Kasus-kasus ini sendiri dipicu oleh lebih dari 500.000 pelanggaran lalu lintas yang tercatat.
Baca Juga: Kecelakaan Maut di Jalan Gatot Subroto, Penumpang Motor Tewas Tertabrak Truk yang Hendak Menepi
“Ada 500.000 lebih pelanggaran yang mengakibatkan sebanyak 11.000 lebih kasus kecelakaan di Jakarta dan berdampak terhadap 600 lebih korban meninggal dunia,” ujar Kombes Komarudin di Polda Metro Jaya, Senin (17/11/2025).
Dampak sosial dan ekonomi dari tingginya angka kecelakaan juga sangat besar. Data dari Jasa Raharja menunjukkan bahwa hingga Oktober 2025, perusahaan telah mengeluarkan anggaran sebesar Rp100 miliar lebih untuk pembayaran santunan kepada korban kecelakaan, baik yang luka maupun meninggal dunia.
Untuk menekan angka kecelakaan dan fatalitas, Polri kini berupaya meningkatkan disiplin masyarakat melalui berbagai langkah penindakan. Salah satunya adalah melalui gelaran Operasi Zebra 2025.
Baca Juga: Tips Menyimpan Rimpang Lebih Lama Tanpa Kulkas, Banyak yang Belum Tahu
Operasi ini akan dilakukan dengan mengedepankan sistem hunting atau penyisiran di ruas-ruas jalan yang rawan terjadi pelanggaran. Selain itu, penindakan juga akan dimaksimalkan dengan penggunaan tilang elektronik (Electronic Traffic Law Enforcement/ETLE).
Kombes Komarudin menekankan bahwa penggunaan ETLE mobile lebih diunggulkan dibandingkan ETLE statis, karena mampu merekam pelanggaran dari berbagai sudut.
“Harapan dari kegiatan ini adalah masyarakat Jakarta dan seluruh masyarakat yang beraktivitas di Jakarta bisa meningkatkan kepatuhannya, sehingga kita bisa menekan angka pelanggaran dan, yang terpenting, angka kecelakaan fatalitas,” pungkasnya.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Parma vs Udinese di Serie A, 29 Oktober 2026: Misi Keluar dari Tren Buruk
- 2Prediksi Skor Freiburg vs Wolfsburg di DFB-Pokal, 29 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Buruk?
- 3Prediksi Skor Bournemouth vs Aston Villa di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Duel Dua Tim yang Sedang Panas
- 4Prediksi Skor Fulham vs Crystal Palace di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Momentum Kebangkitan Tuan Rumah Diuji
- 5Prediksi Skor AC Monza vs Napoli di Serie A, 29 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Partenopei di Markas Brianzoli
- 6Prediksi Skor SC Paderborn vs Stuttgart di DFB-Pokal, 29 Oktober 2026: Kesempatan Tuan Rumah Membalas Kekalahan
- 7Prediksi Skor Sunderland vs Brentford di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Misi Bangkit demi Tiket Perempat Final
- 8Prediksi Skor Bayer Leverkusen vs FC Nurnberg di DFB-Pokal, 29 Oktober 2026: Mampukah Die Werkself Taklukan Tim Kasta Kedua dengan Mudah?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







