Jakarta

Dilanda Gempa, Pemerintah Jepang Keluarkan Peringatan Siaga Tsunami

Titania Isnaenin | 9 Desember 2025, 20:53 WIB
Dilanda Gempa, Pemerintah Jepang Keluarkan Peringatan Siaga Tsunami

 

 

AKURAT JAKARTA - Gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M) 7,6 guncang pantai utara Jepang pada Senin (08/12/2025) malam.

Hal ini memicu peringatan tsunami serius di sepanjang Pantai Pasifik, dimana sekitar 90.000 warga di wilayah pesisir segera meninggalkan rumah mereka.

Badan Meterologi Jepang (JMA) awalnya memperkirakan gelombang tsunami dapat mencapai ketinggian 3 meter, menyusul gempa yang terjadi pada pukul 21.34 waktu setempat.

Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat, gempa berkekuatan M 7,6 terjadi pada pukul 14.15 GMT, berpusat di lepas pantai Misawa di pantai Pasifik Jepang, pada kedalaman 53 kilometer (33 mil).

Baca Juga: Kronologi Detik-detik Kebakaran Ruko Kemayoran, 22 Orang Tewas Terjebak, Polisi Duga Dipicu Baterai Drone

Dimana diketahui dua gelombang tsunami setinggi 40 centimeter tercatat muncul tak lama setelah gempa.

Gelombang tsunami pertama kemudian dilaporkan menghantam pelabuhan di wilayah utara Aomori, Misawa, pada pukul 23.43 waktu setempat.

Tujuh menit kemudian, gelombang lain dilaporkan mencapai kota Urakawa di wilayah Hokkaido.

Meskipun memicu evakuasi massal, risiko tsunami kemudian dinilai menurun.

Pada Selasa (9/12/2025) dini hari, peringatan tsunami direvisi dan statusnya diturunkan menjadi siaga.

Baca Juga: Antisipasi Kelangkaan Gas LPG 3 Kg Jelang Nataru, Pemprov DKI Bentuk Tim Gabungan Pantau Distribusi dan Stabilitas Harga

"Statusnya kini diturunkan menjadi siaga karena risiko banjir dan ketinggian gelombang diperkirakan lebih rendah,” kata pejabat JMA.

Hingga Selasa petang, laporan dari kantor berita NHK menyebutkan minimnya kerusakan besar atau korban jiwa.

Hanya seorang staf hotel di Hachinohe yang melaporkan bahwa sekitar tujuh tamu terluka dan telah dilarikan ke rumah sakit dalam keadaan sadar.

Sementara itu, perusahaan listrik Tohoku Electric Power dan Hokkaido Electric Power memastikan bahwa pembangkit nuklir di wilayah tersebut tetap aman.

Meskipun sempat melaporkan ribuan rumah padam, Tohoku Electric kemudian merevisi data pemadaman listrik menjadi hanya ratusan rumah. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.