Jakarta

TERUNGKAP! Fakta di Balik Siswa SMP di Palmerah Tewas Gantung Diri di Kamar

Ainun Kusumaningrum | 21 April 2024, 10:49 WIB
TERUNGKAP! Fakta di Balik Siswa SMP di Palmerah Tewas Gantung Diri di Kamar

AKURAT JAKARTA - Terungkap sejumlah fakta di balik siswa SMP di Palmerah yang tewas gantung diri.

Siswa SMP berinisial D (13) di Palmerah ditemukan tewas gantung diri di kamar tidurnya sendiri.

Peristiwa tersebut terjadi di RT 06 RW 02 Kompleks Hankam, Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (19/4/2024) siang.

Baca Juga: SIM Keliling Jakarta Buka Hari Ini, Minggu 21 April 2024

Berikut fakta terungkap:

1. Atlet Marathon

Kematian D mengejutkan banyak pihak. Sebab, korban dikenal di lingkungannya sebagai atlet marathon.

Sebelum ditemukan tewas gantung diri, D terlihat rutin melakukan latihan lari pada sore hari di sekitar komplek.

Baca Juga: Wisata Murah Dekat Jakarta ke Pulau Onrust, Sensasi Petualangan Kembali ke Masa Kolonial Belanda

2. Pribadi Pendiam

Korban dikenal sedikit pendiam. Namun D dinilai pandai bergaul dengan anak-anak seumurnya maupun yang lebih tua.

3. Gunakan Tali Tambang

Kanit Reskrim Polsek Palmerah, AKP Bahroni mengatakan korban D ditemukan dalam keadaan tewas pukul 11 siang.

Baca Juga: 3 Lokasi Pergerakan Arus Mudik Ini Jadi Perhatian Pemerintah

Terakhir D terlihat semalam masuk kamar pukul 12 malam dan korban mengunci pintu dari dalam.

“Korban tewas dalam kondisi menggantung dengan tali tambang yang menjerat lehernya,” kata Roni.

“Ditemukan tali menggantung, tambang biru yang buat jemuran. Posisi kaki menjulur, lidahnya (menjulur),” jelasnya.

4. Korban Sempat Cekcok

Dari hasil olah TKP dan penyelidikan lapangan, Roni memastikan jika korban tewas gantung diri.

Keterangan keluarga menyatakan bahwa korban sempat terlibat cekcok dengan salah satu keluarganya pada malam hari sebelum kejadian.

“Dari olah TKP dan penyelidikan di lapangan, iya gantung diri. Apalagi dari keluarga menyampaikan bahwa dari semalam memang ada ribut dengan keluarga, berantem juga,” katanya.

5. Sempat Minta Maaf

Selain itu, Roni menyampaikan jika korban sempat meminta maaf kepada keluarganya usai cekcok.

Akan tetapi, dia tidak menyampaikan niatnya yang hendak mengakhiri hidup.

“Enggak, sampai saat ini enggak ditemukan (surat/tulisan terakhir korban),” pungkasnya.

6. Minta Motivasi Guru

Salah satu guru sekolah D yang tak ingin diungkap identitasnya mengatakan, D kerap curhat terkait pencapaiannya.

“Dia sering sekali curhat soal lombanya, terakhir ketemu kemarin di kantin sekolah,” kata guru D.

Menurut dia, D juga kerap meminta motivasi ke gurunya atas capaian lomba yang ia geluti.

“Dia ini mewakili Jakarta dalam lomba maraton,” papar guru D. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.