TERUNGKAP! Fakta di Balik Siswa SMP di Palmerah Tewas Gantung Diri di Kamar

AKURAT JAKARTA - Terungkap sejumlah fakta di balik siswa SMP di Palmerah yang tewas gantung diri.
Siswa SMP berinisial D (13) di Palmerah ditemukan tewas gantung diri di kamar tidurnya sendiri.
Peristiwa tersebut terjadi di RT 06 RW 02 Kompleks Hankam, Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (19/4/2024) siang.
Baca Juga: SIM Keliling Jakarta Buka Hari Ini, Minggu 21 April 2024
Berikut fakta terungkap:
1. Atlet Marathon
Kematian D mengejutkan banyak pihak. Sebab, korban dikenal di lingkungannya sebagai atlet marathon.
Sebelum ditemukan tewas gantung diri, D terlihat rutin melakukan latihan lari pada sore hari di sekitar komplek.
Baca Juga: Wisata Murah Dekat Jakarta ke Pulau Onrust, Sensasi Petualangan Kembali ke Masa Kolonial Belanda
2. Pribadi Pendiam
Korban dikenal sedikit pendiam. Namun D dinilai pandai bergaul dengan anak-anak seumurnya maupun yang lebih tua.
3. Gunakan Tali Tambang
Kanit Reskrim Polsek Palmerah, AKP Bahroni mengatakan korban D ditemukan dalam keadaan tewas pukul 11 siang.
Baca Juga: 3 Lokasi Pergerakan Arus Mudik Ini Jadi Perhatian Pemerintah
Terakhir D terlihat semalam masuk kamar pukul 12 malam dan korban mengunci pintu dari dalam.
“Korban tewas dalam kondisi menggantung dengan tali tambang yang menjerat lehernya,” kata Roni.
“Ditemukan tali menggantung, tambang biru yang buat jemuran. Posisi kaki menjulur, lidahnya (menjulur),” jelasnya.
4. Korban Sempat Cekcok
Dari hasil olah TKP dan penyelidikan lapangan, Roni memastikan jika korban tewas gantung diri.
Keterangan keluarga menyatakan bahwa korban sempat terlibat cekcok dengan salah satu keluarganya pada malam hari sebelum kejadian.
“Dari olah TKP dan penyelidikan di lapangan, iya gantung diri. Apalagi dari keluarga menyampaikan bahwa dari semalam memang ada ribut dengan keluarga, berantem juga,” katanya.
5. Sempat Minta Maaf
Selain itu, Roni menyampaikan jika korban sempat meminta maaf kepada keluarganya usai cekcok.
Akan tetapi, dia tidak menyampaikan niatnya yang hendak mengakhiri hidup.
“Enggak, sampai saat ini enggak ditemukan (surat/tulisan terakhir korban),” pungkasnya.
6. Minta Motivasi Guru
Salah satu guru sekolah D yang tak ingin diungkap identitasnya mengatakan, D kerap curhat terkait pencapaiannya.
“Dia sering sekali curhat soal lombanya, terakhir ketemu kemarin di kantin sekolah,” kata guru D.
Menurut dia, D juga kerap meminta motivasi ke gurunya atas capaian lomba yang ia geluti.
“Dia ini mewakili Jakarta dalam lomba maraton,” papar guru D. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Nyala Ainun, Penulis Cilik Tangsel yang Telah Melahirkan 9 Buku dan Sabet Berbagai Penghargaan
- 2Buka Workshop di Japfa Food Indonesia, Wabup Intan Dorong Dunia Usaha Perkuat Pengelolaan Sampah Mandiri
- 3Profil Kapolri Baru Komjen Suyudi Ario Seto Pilihan Presiden, Sudah Disetujui DPR
- 4Kemendikdasmen Buka Pertukaran Pelajar ke Tokyo Gratis untuk Siswa SMK, Cek Syaratnya!
- 5Gandeng Warga Sunter Agung dan Papanggo, Jakpro Luncurkan Program Pemilahan Sampah Berbasis Komunitas
- 6Jetour T2 i-DM Resmi Mengaspal Bawa Bagasi Luas dan Fitur Kepraktisan Lengkap, Jadi Opsi Menarik untuk Mendukung Aktivitas Luar Ruangan
- 7Tak Perlu Cemas Titik Buta, Keterbatasan Visibilitas Belakang Jetour T2 i-DM Berhasil Teratasi Kamera 360
- 8Jetour T2 i-DM Resmi Dijual Rp 688 Juta, SUV PHEV Bergaya Boxy Bawa Kabin Modern dan Nyaman
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!



