Jakarta

KPK OTT 17 Orang di BPN Kabupaten Bogor Terkait Suap HGB, Dirjen Kementerian ATR hingga Presdir Summarecon Ikut Diamankan

M Rahman Akurat | 15 September 2026, 11:09 WIB
KPK OTT 17 Orang di BPN Kabupaten Bogor Terkait Suap HGB, Dirjen Kementerian ATR hingga Presdir Summarecon Ikut Diamankan
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo

AKURAT JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) skala besar di wilayah Jabodetabek yang menjaring belasan pejabat dan pengusaha.

Operasi senyap yang berpusat di Kantor Pertanahan (BPN) Kabupaten Bogor ini diduga kuat berkaitan dengan tindak pidana korupsi berupa suap pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB).

Hingga saat ini, lembaga antirasuah tersebut telah mengamankan total 17 orang untuk menjalani pemeriksaan intensif.

"Dalam kegiatan penyelidikan tertutup tersebut, telah terjadi peristiwa tertangkap tangan kepada para terduga pelaku tindak pidana korupsi di wilayah Jabodetabek," ujar Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, Selasa (15/9/2026).

Baca Juga: Honda Supra X Cross 125 Bawa Tangki Ringkas 3,9 Liter dan Tenaga 7,12 kW, Kuda Besi Anyar Fokus pada Efisiensi dan Manuver Ekstrem

Pejabat Kementerian ATR/BPN hingga Presdir Summarecon Turut Terjaring

Berdasarkan keterangan resmi KPK, pihak-pihak yang diamankan berasal dari unsur birokrasi kementerian, kepala kantor pertanahan daerah, politikus, hingga petinggi perusahaan properti terkemuka.

Salah satu pejabat tinggi yang terjaring adalah Direktur Jenderal (Dirjen) Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang (PPTR) Kementerian ATR/BPN, Lampri.

Selain itu, tim penyidik KPK juga mengamankan Kepala Kantor Pertanahan (Kantah) Bogor, Sontang Coin Manurung, serta Kepala Kantah Tangerang, Tardi.

"Di mana dalam peristiwa tertangkap tangan ini, tim mengamankan sejumlah 17 orang. Di antaranya Dirjen di lingkungan Kementerian ATR/BPN, kemudian Kepala Kantah di Kabupaten Bogor, dan juga Kepala Kantah di Tangerang, serta beberapa pihak lainnya," jelas Budi.

Baca Juga: Status Siaga! Gunung Api Tertinggi di Jawa Ini Meletus 37 Kali dalam 6 Jam

Tak hanya dari kalangan eksekutif pemerintahan, OTT ini juga menyeret nama politikus Partai Golkar, Fahd A Rafiq, serta mantan Bupati Kebumen, Arief Sugiyanto.

Kejutan besar lainnya datang dari sektor swasta, di mana Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk, Adrianto Pitojo Adhi, dikonfirmasi ikut diciduk oleh tim penindakan KPK.

"Benar (Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk, Adrianto Pitojo Adhi, ikut terjaring OTT)," kata Budi saat dimintai konfirmasi oleh awak media.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.