Gelar Sosialisasi Anti Korupsi dan Gratifikasi, Inspektorat Pemkab Tangerang Minta Masyarakat Lapor Jika Ada Pungli di Sekolah

AKURAT JAKARTA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang akan memproses dan menindaklanjuti semua laporan terkait dugaan kejanggalan atau pungutan liar (pungli) yang terjadi di lingkungan sekolah.
Apalagi saat ini sedang berlangsung Penerimaan Murid Baru (PMB) tahun 2025. Bila ada oknum sekolah yang meminta uang, segera laporkan.
Hal tersebut disampaikan Inspektur Pembantu (Irban) V pada Inspektorat Kabupaten Tangerang, Indra Darmawan, dalam acara Sosialisasi Anti Korupsi dan Gratifikasi di SDN Ciakar II, Kecamatan Panongan, pada Senin (7/7/2025).
Indra menyampaikan, masyarakat harus berani melaporkan semua bentuk penyelewengan atau pungutan liar yang terjadi di sekolah, melalui kanal resmi pengaduan pemerintah daerah.
"Kami memiliki aplikasi bernama Whistleblowing System (WBS) untuk memfasilitasi adanya laporan dugaan tindakan korupsi yang dilakukan oleh ASN. Laporan tersebut nantinya akan ditindaklanjuti," katanya.
Kegiatan ini dihadiri oleh puluhan orang tua siswa penerima bantuan Program Indonesia Pintar (PIP).
Indra menyampaikan, sosialisasi ini merupakan program edukasi masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mengenai risiko korupsi dan gratifikasi dalam lingkungan pendidikan.
"Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat, khususnya para orang tua murid, agar mereka mengetahui hak dan kewajiban mereka serta mampu mengenali dan menghindari praktik-praktik yang mengarah pada gratifikasi," tuturnya.
Kegiatan ini disambut positif oleh para orang tua murid. Mereka tampak antusias mendengarkan paparan dari pejabat inspektorat.
Dalam sosialisasi tersebut, peserta mendapatkan penjelasan mengenai definisi dan bentuk-bentuk gratifikasi, serta pentingnya keterbukaan dan kejujuran dalam menerima bantuan pemerintah.
Inspektorat Kabupaten Tangerang, lanjut Indra, berkomitmen untuk terus menggencarkan kampanye antikorupsi dan gratifikasi secara merata.
Tidak hanya di lingkungan pemerintahan, tapi juga di tengah masyarakat, khususnya lingkungan Pendidikan.
"Kegiatan ini bertujuan untuk membangun tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas," pungkasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1POTRET BERINGIN JAKARTA: Dari Pengurus Pokja ke Pimpinan DPRD, Basri Baco Targetkan 13 Kursi dan Tiket Cagub DKI
- 2Prediksi Skor Parma vs Udinese di Serie A, 29 Oktober 2026: Misi Keluar dari Tren Buruk
- 3Prediksi Skor Freiburg vs Wolfsburg di DFB-Pokal, 29 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Buruk?
- 4Prediksi Skor Bournemouth vs Aston Villa di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Duel Dua Tim yang Sedang Panas
- 5Prediksi Skor Fulham vs Crystal Palace di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Momentum Kebangkitan Tuan Rumah Diuji
- 6Prediksi Skor AC Monza vs Napoli di Serie A, 29 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Partenopei di Markas Brianzoli
- 7Prediksi Skor SC Paderborn vs Stuttgart di DFB-Pokal, 29 Oktober 2026: Kesempatan Tuan Rumah Membalas Kekalahan
- 8Prediksi Skor Sunderland vs Brentford di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Misi Bangkit demi Tiket Perempat Final
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





