Jakarta

Pimpin Rakor TP2DD, Bupati Tangerang Minta Jajaran Kuatkan Implementasi Transaksi Digital pada Tata Kelola Keuangan

Sastra Yudha | 28 September 2025, 06:30 WIB
Pimpin Rakor TP2DD, Bupati Tangerang Minta Jajaran Kuatkan Implementasi Transaksi Digital pada Tata Kelola Keuangan

AKURAT JAKARTA - Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid, meminta seluruh jajarannya menguatkan penggunaan transaksi digital atau nontunai pada tata keuangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Maesyal saat memimpin Rapat Koordinasi Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) yang digelar di Hotel Lemo, Gading Serpong, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.

"Sekali lagi tinggalkan jauh-jauh proses transaksi secara manual, baik itu pajak maupun retribusi, termasuk tata kelola keuangan," tegasnya, Jum'at (26/09/2025).

Baca Juga: Baru 3 Tahun Mengaspal, Toyota Veloz 2022 Bekas Dijual Cuma Rp12 Juta, Harga Termurah se-Indonesia, Kondisi Seperti Baru!

Bupati yang akrab disapa Rudi Maesyal ini menekankan, tidak ada lagi OPD di Kabupaten Tangerang yang menggunakan transaksi manual.

"Ini upaya kita untuk meningkatkan pelayanan dari sisi ketertiban dan kecepatan dan keterbukaan transaksi," tegasnya.

Menurut dia, transaksi digital berupa Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) yang telah digulirkan harus terus ditingkatkan, diperluas dan dikuatkan implementasinya.

Sistem ETPD tersebut merupakan bagian penting dari transformasi tata kelola pemerintahan menuju arah yang lebih transparan, akuntabel, dan efisien.

"Program ini telah masuk dalam dokumen RPJMD Kabupaten Tangerang 2025-2029, khususnya dalam mendukung misi pertama, yaitu mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif dan efisien," tegasnya.

Baca Juga: Toyota Fortuner VRZ 2.8 AT 2023 Bekas Ini Siap Diboyong, Mesin Diesel Sangar 203 PS, Fitur TSS Lengkap, Harga Kredit Mulai Rp 509 Juta!

Dengan sistem ETPD, lanjut Bupati Maesyal, seluruh transaksi pendapatan maupun belanja daerah diarahkan berbasis digital, sehingga lebih cepat, aman, transparan, akuntabel serta efisien.

Bupati Maesyal menambahkan, program penguatan dan perluasan transaksi digital yang dilakukan tersebut juga bertujuan untuk mempermudah pelayanan dan meringankan beban masyarakat.

"Ini bukti Pemerintah Kabupaten Tangerang hadir. Alhamdulillah transaksi digital ini sudah merambah ke pasar-pasar," ungkapnya.

Bupati Maesyal menyebut Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) juga telah banyak melakukan inovasi terkait dengan keterbukaan sistem pendapatan dan belanja berbasis elektronik.

Sementara Kepala Bapenda Kabupaten Tangerang, Slamet Budhi Mulyanto, mengatakan bahwa pihaknya akan terus melakukan sosialisasi dan menguatkan kanal-kanal digital agar semakin merata di seluruh kecamatan.

Selain itu, pihaknya juga akan merancang berbagai insentif khusus bagi para pengguna transaksi digital.

Baca Juga: Gubernur Pramono Minta Lahan Tanah Dibangun dengan Konsep Mixed Use, Begini Penjelasannya

"Tahun 2025 ini menjadi pondasi layanan digital yang fokus pada pembangunan sistem dasar pembayaran pelunasan tanah mulai bank, e-wallet maupun juga marketplace, implementasi Qris untuk pembayaran PBB dan integrasi SPPT online dalam aplikasi Tangerang Gemilang," pungkasnya. (*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.