Perkuat Poros Baru, Iran-Rusia-China Gelar Latihan Militer di Selat Hormuz

AKURAT JAKARTA - Tiga kekuatan besar dunia, Iran, Rusia, dan China, kembali mempererat kerja sama strategis dengan menggelar latihan angkatan laut bersama di perairan Selat Hormuz.
Latihan militer bertajuk Maritime Security Belt 2026 ini difokuskan pada koordinasi perlindungan jalur perdagangan internasional di kawasan yang kini dinilai semakin rentan.
Penasihat Kepresidenan Rusia, Nikolay Patrushev, menyatakan bahwa latihan ini merupakan bagian dari upaya membangun tatanan dunia multipolar di wilayah lautan.
Baca Juga: Gubernur Pramono Pastikan Intervensi Lonjakan Harga Cabai Keriting Jelang Ramadan dan Idulfitri 2026
Langkah ini sekaligus menjadi jawaban atas dominasi hegemoni Barat di perairan internasional.
"Kita akan memaksimalkan potensi BRICS, yang kini harus diperluas hingga mencakup dimensi maritim strategis yang utuh," kata Patrushev dalam wawancaranya dengan media Rusia, dikutip Rabu (18/2/2026).
Selat Hormuz, yang memisahkan Teluk Persia dan Teluk Oman, merupakan salah satu titik leher botol (choke point) perdagangan dunia paling vital, khususnya bagi pasokan energi global.
Keterlibatan kapal-kapal perang dari Moskow, Beijing, dan Teheran bertujuan untuk meningkatkan interoperabilitas dalam menghadapi ancaman di jalur maritim tersebut.
Baca Juga: Tingkatkan Performa, Pelatih John Herdman Terlibat Langsung dalam Desain Jersey Timnas
Patrushev menambahkan bahwa relevansi latihan ini semakin meningkat seiring dengan dinamika keamanan global yang tidak menentu.
"Latihan Maritime Security Belt 2026 di Selat Hormuz membuktikan koordinasi yang nyata dalam melindungi jalur perdagangan yang kian rentan," tegasnya.
Latihan ini menyusul kesuksesan agenda militer perdana BRICS bertajuk "Will for Peace 2026" yang digelar di Atlantik Selatan pada Januari lalu. Agenda tersebut melibatkan lebih banyak negara, termasuk Uni Emirat Arab dan Afrika Selatan.
Sebagai informasi, latihan gabungan trilateral ini pertama kali diinisiasi oleh Angkatan Laut Iran pada tahun 2019.
Sejak saat itu, agenda ini telah dilaksanakan sebanyak tujuh kali dan terus berkembang menjadi platform unjuk kekuatan bagi poros yang berseberangan dengan blok Barat di kawasan Timur Tengah.
Kehadiran armada laut dari tiga negara ini di Selat Hormuz tidak hanya dipandang sebagai latihan teknis, tetapi juga mengirimkan pesan diplomasi pertahanan yang kuat mengenai kendali atas jalur-jalur strategis dunia. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









