Cetak Sejarah Baru, Keiko Fujimori Dilantik Sebagai Presiden Perempuan Pertama Peru

AKURAT JAKARTA — Lembaran sejarah baru resmi terbuka bagi Peru.
Keiko Fujimori mencatatkan namanya sebagai perempuan pertama yang menduduki puncak kepemimpinan Peru melalui pemilihan umum, sekaligus memperkuat deretan pemimpin berhaluan konservatif di Amerika Latin.
Dalam upacara pelantikan yang berlangsung khidmat di Lima pada Selasa (28/7/2026), perempuan berusia 51 tahun tersebut mengawali langkah kepemimpinannya dengan komitmen tegas merestorasi keamanan negara.
Di hadapan rakyat dan para tamu negara, Fujimori langsung mengumumkan status keadaan darurat untuk menumpas maraknya aksi kriminalitas yang melanda berbagai wilayah.
"Selama masa darurat ini, Angkatan Bersenjata akan mengambil alih sementara kepemimpinan dalam operasi keamanan," ujar Fujimori dalam pidato pertamanya sebagai kepala negara, sebagaimana dikutip dari Reuters dan BBC.
Perjalanan Panjang Menuju Istana Presiden
Kemenangan bersejarah ini tidak diraih dengan mudah.
Keiko Fujimori harus melalui perjalanan politik yang panjang dan penuh dinamika, di mana ia baru berhasil mengamankan kursi kepresidenan pada upayanya yang keempat.
Pada pemilu putaran kedua Juni lalu, ia berhasil mengungguli rivalnya dari kubu kiri, Roberto Sánchez, dalam persaingan ketat.
Kemenangan ini membawanya pada puncak karier politik untuk memimpin Peru keluar dari situasi yang ia sebut sendiri dalam kondisi "katastrofik".
Sejarah baru ini juga mencuat di tengah ujian stabilitas politik Peru yang terbilang ekstrem.
Fujimori tercatat sebagai presiden ke-10 dalam kurun waktu satu dekade terakhir. Hal ini merupakan sebuah tantangan besar bagi seorang pemimpin perempuan pertama untuk mematahkan tren instabilitas pemerintahan di negara tersebut.
Misi Penyelamatan Keamanan dan Ekonomi
Sebagai pemimpin wanita pertama yang memegang kendali negara, Fujimori langsung dihadapkan pada dua tantangan besar:
Krisis keamanan akibat maraknya sindikat kriminal, serta tingginya angka ketimpangan ekonomi masyarakat.
Guna menjawab tantangan sosial-ekonomi, ia berjanji akan mengawal proteksi warga dari dampak fenomena iklim El Niño serta merealisasikan kenaikan upah minimum nasional.
Momen bersejarah pelantikan kepemimpinan wanita di Peru ini turut disaksikan langsung oleh sejumlah kepala negara dan pejabat dari negara-negara tetangga seperti Argentina, Ekuador, dan Chile, yang hadir memberikan dukungan penuh atas dimulainya era baru pemerintahan Peru. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1POTRET BERINGIN JAKARTA: Dari Pengurus Pokja ke Pimpinan DPRD, Basri Baco Targetkan 13 Kursi dan Tiket Cagub DKI
- 2Prediksi Skor Parma vs Udinese di Serie A, 29 Oktober 2026: Misi Keluar dari Tren Buruk
- 3Prediksi Skor Freiburg vs Wolfsburg di DFB-Pokal, 29 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Buruk?
- 4Prediksi Skor Bournemouth vs Aston Villa di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Duel Dua Tim yang Sedang Panas
- 5Prediksi Skor Fulham vs Crystal Palace di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Momentum Kebangkitan Tuan Rumah Diuji
- 6Prediksi Skor AC Monza vs Napoli di Serie A, 29 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Partenopei di Markas Brianzoli
- 7Prediksi Skor SC Paderborn vs Stuttgart di DFB-Pokal, 29 Oktober 2026: Kesempatan Tuan Rumah Membalas Kekalahan
- 8Prediksi Skor Sunderland vs Brentford di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Misi Bangkit demi Tiket Perempat Final
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






