Konten Hoaks Demo Agustus Masif di Media Sosial, Direktur IPR: Masyarakat Jangan Terpancing

AKURAT JAKARTA - Belakangan ini banyak konten media sosial yang menyebarkan kembali video-video demonstrasi mahasiswa lama dengan sejumlah narasi provokatif.
Seperti narasi: "Demo sebesar ini enggak diliput media?"; "Demo chaos begini, media lokal pada bungkam"; atau "Demo rame di luar, tapi hilang pemberitaan di media arus utama".
Tak hanya itu, sejumlah konten juga menonjolkan ketakutan terhadap demo besar atau kerusuhan di bulan Agustus. Analisis media sosial dari Monash University menemukan pola yang terorganisir dan hampir mustahil penyebarannya dilakukan secara manual.
Baca Juga: Tak Diizinkan Menuju Patung Kuda, Aksi Demo Mahasiswa Akan Kembali Berlanjut dalam Dua Pekan Lagi
Menanggapi itu, Direktur Indonesia Political Review, Iwan Setiawan, melihat fenomena ini tidak bisa dipandang sebagai unggahan yang berdiri sendiri.
9Menurutnya, ketika narasi dengan tema yang sama muncul secara serentak di berbagai platform, menggunakan sudut pandang yang hampir identik, maka patut diduga ada upaya membangun opini publik secara sistematis.
"Pola narasinya juga relatif sama, yaitu mengangkat isu ketimpangan, kemiskinan, dan kesulitan ekonomi, tetapi kemudian dibingkai secara manipulatif dengan mencampurkan disinformasi, fitnah, atau informasi yang dipotong dari konteksnya," kata Iwan.
Bila dicermati, kata Iwan, tujuan konten-konten tersebut bukan sekadar menyampaikan kritik, melainkan memancing kemarahan publik, membangun rasa frustrasi, dan mengikis kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah serta institusi negara.
"Ketika informasi sengaja direkayasa untuk membentuk kebencian, maka yang terjadi bukan lagi kontrol sosial, melainkan operasi propaganda yang berpotensi mengganggu stabilitas sosial," sambungnya.
Bahkan, Iwan menilai beberapa pola komunikasi yang terlihat memiliki kemiripan dengan prakondisi sebelum kerusuhan Agustus 2025 lalu, seperti masifnya penyebaran narasi yang emosional, penggunaan konten yang mudah viral, serta eksploitasi isu-isu yang menyentuh keresahan masyarakat.
Namun, menurutnya, tidak dapat disimpulkan bahwa kondisi saat ini pasti mengarah pada, atau merupakan bagian dari skenario yang sama dengan peristiwa Agustus 2025 tanpa adanya bukti yang kuat.
"Yang perlu menjadi perhatian adalah bahwa dalam berbagai dinamika politik maupun sosial, eskalasi sering kali diawali oleh perang narasi di ruang digital. Pelajaran pentingnya adalah jangan sampai ruang digital dibiarkan menjadi arena penyebaran informasi yang tidak terverifikasi hingga memicu polarisasi dan konflik di dunia nyata," terangnya.
Oleh karena itu, Iwan menyarankan kepada pemerintah perlu merespons dengan cepat, transparan, dan berbasis data. Setiap informasi yang menyesatkan harus segera diluruskan melalui komunikasi publik yang kredibel.
"Penegakan hukum terhadap penyebar hoaks, fitnah, atau hasutan yang melanggar hukum juga harus dilakukan secara profesional dan adil sesuai ketentuan yang berlaku," jelasnya.
Sementara itu, Iwan juga mengajak masyarakat untuk tidak mudah terpancing oleh konten yang sengaja dirancang untuk membangkitkan emosi. Sebab, kita semua memiliki tanggung jawab menjaga ruang publik agar tetap sehat.
"Masyarakat perlu meningkatkan literasi digital. Sebelum membagikan suatu informasi, penting untuk memeriksa sumber, konteks, dan kebenarannya," pungkasnya.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Nottingham Forest vs Coventry City di Premier League, 19 September 2026: Mampukah The Sky Blues Hentikan Tren Buruk?
- 2Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Premier League, 19 September 2026: Duel Ketat Dua Tim Papan Tengah di Hill Dickinson
- 3Prediksi Skor Newcastle United vs Hull City di Premier League, 19 September 2026: Misi The Magpies Bangkit dari Kekalahan Telak
- 4Prediksi Skor Stuttgart vs Borussia Dortmund di Bundesliga, 19 September 2026: Bisakah Die Roten Hentikan Laju BVB?
- 5Prediksi Skor Celta Vigo vs Racing Santander di La Liga, 19 September 2026: Mampukah Los Celestes Raih Kemenangan Perdana?
- 6Prediksi Skor Venezia vs Lazio di Serie A, 20 September 2026: Mampukah Biancocelesti Lanjutkan Tren Positif?
- 7Prediksi Skor Athletic Bilbao vs Deportivo Alaves di La Liga, 19 September 2026: Mampukah Los Leones Balas Kekalahan Musim Lalu?
- 8Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Ligue 1, 20 September 2026: Duel Ketat Dua Tim Belum Terkalahkan
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






