Jakarta

6 Langkah Pemprov DKI Atasi Polusi Udara Jakarta, Berlakukan WFH hingga Uji Emisi

Mohammad Tegar Tsabitul Azmi | 15 Agustus 2023, 11:47 WIB
6 Langkah Pemprov DKI Atasi Polusi Udara Jakarta, Berlakukan WFH hingga Uji Emisi

AKURAT.CO - Pemerintah provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus melakukan beragam upaya untuk mengatasi polusi udara di ibu kota.

Seperti diketahui, polusi udara di Jakarta terus meningkat, sehingga membuat udara di ibu kota kian memburuk dan mengancam kesehatan masyarakat.

Berikut upaya Pemprov DKI dalam mengatasi polusi udara, meliputi:

Baca Juga: Polisi Tangkap Teroris di Bekasi, Irjen Karyoto Minta Warga Peka ke Tetangga

1. Penambahan Ruang Terbuka Hijau

Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono menuturkan salah satu upaya yang dilakukan adalah menambah ruang terbuka hijau dan melakukan penanaman pohon.

Dikatakan Heru, setiap minggu pihaknya menambah ruang terbuka hijau di setiap kelurahan.

Baca Juga: Polisi Tangkap Teroris di Bekasi, Irjen Karyoto Minta Warga Peka ke Tetangga

2. Optimalisasi Transportasi Umum

Heru menuturkan bahwa konsep DKI sudah jelas, yakni menggalakan transportasi umum, seperti kereta umum, LRT, dan lainnya.

Menambahkan Heru, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan bahwa pihaknya juga terus mendorong integrasi transportasi umum di ibu kota dimassifkan.

Baca Juga: Akan Diberlakukan 4 in 1, Tekan Kendaraan Atasi Polusi Udara Jakarta

3. Diisinsetif bagi Kendaraan Tidak Lolos Uji Emisi

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Asep Kuswanto menuturkan bahwa saat ini pihaknya tengah mencanangkan pemberlakuan tilang untuk kendaraan yang tidak lolos uji emisi. Wacana ini bekerja sama dengan Polda Metro Jaya.

Selain itu, diisentif juga dikenakan dalam hal parkir. DLH bekerja sama memberlakukan tap parkir tertinggi di 11 lokasi bagi kendaraan yang belum maupun tidak lolos uji emisi.

Terkait uji emisi, DLH bekerja sama dengan DLH se-Jabodetabek untuk melakukan pelatihan uji emisi.

4. Mendorong Perilaku Hidup Sehat

Pemprov mendorong agar masyarakat bisa menerapkan hidup sehat dan meningkatkan mobilitaa aktif, seperti berjalan kaki, bersepeda, dan menggunakan transportasi umum.

Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI sendiri dalam mendorong pola hidup sehat ini menyediakan berbagi skrinnjng agar masyarakat bisa mengatahui kondisi kesehatan sedini mungkin.

Selain itu, Dinkes DKI juga mengimbau agar mengurangi aktivitas di luar rumah, tetap menggunakan masker, dan masyarakat aktif melaksanakan imunisasi sebagai upaya mencegah paparan mikroorganisme.

5. Penerapan Hybrid Working atau Work From Home (WFH)

Heru Budi berencana akan meneraoakan WFH di lingkungan Pemprov DKI Jakarta pada September mendatang. Ini sebagai upaya mengurangi mobilitas dan transportasi di jalanan ibu kota.

Hal ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo. Heru pun berharap WFH ini bisa diterpkan di sektor swasta, kementrian, dan lembaga lainnya.

Kendati demikian, Heru menuturkan bahwa untuk saat ini WFH bagi sektor swasta masih bersifat himbauan, menunggu putusan dan hasil rapat dengan Presiden.

6. Penggunaan Kendaraan Listrik

Salah satu bentuk mengurangi polusi yang mengurangi emisi yang diambang batas normal, diantaranya dengan beralih ke kendaraan listrik.

Dalam mendukung peralihan ke kendaraan listrik ini, Pemprov DKI pada Jumat (11/08) telah menyerahkan 18 KDO unit motor listrik untuk Dishub.

Kemudian, Pemprov DKI juga tengah menargetkan menambahk sebanyak 100 bus Transjakarta berbasis baterai atau listrik.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.