Jakarta

Ketum dan Sekjen PSI Merasa Wajar soal Permintaan Maaf Jokowi Jelang Lengser

Yasmina Nuha | 4 Agustus 2024, 07:05 WIB
Ketum dan Sekjen PSI Merasa Wajar soal Permintaan Maaf Jokowi Jelang Lengser

AKURAT JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh rakyat Indonesia, atas segala kesalahan dan kekhilafan selama menjabat sebagai Kepala Negara.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep mengatakan bahwa permintaan maaf dari ayahnya tersebut wajar sebab seorang presiden pun tidak ada yang sempurna.

"Saya rasa itu kan sebagai seorang presiden pasti juga tidak sempurna. Tidak ada mahluk hidup di dunia ini yang sempurna, pasti ada yang melakukan kesalahan," kata Kaesang di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (2/8/2024).

Baca Juga: Gila! Pria Ini Jualan Narkoba dari Masjid di Koja, Lima Tahun Nyamar Jadi Marbot, Disita 27 Paket Sabu Siap Edar

Putra bungsu Presiden Jokowi itu pun mengatakan bahwa mengucapkan permintaan maaf kepada masyarakat Indonesia itu merupakan hal yang manusiawi di saat beliau akan pensiun.

"Jadi saya rasa itu hal yang manusiawi untuk mengucapkan permintaan maaf kepada masyarakat Indonesia, apalagi beliau habis ini pensiun," katanya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Sekretaris Jendral (Sekjen) PDIP Raja Juli Antoni. Ia mengatakan bahwa setiap manusia punya kesalahan dan wajar untuk meminta maaf.

Baca Juga: Sekjen PSI Dorong Kaesang Maju di Pilkada Jateng, Sementara di Jakarta Ada Veronica Tan dan Grace Natalie

"Tapi bagi kami tak ada gading yang tak retak. Semua manusia memiliki kesalahan, khilaf, tentu disitu justru kami melihat kebesaran presiden dengan keberhasilan yang luar biasa justru beliau masih mengatakan tidak sempurna dan minta maaf," katanya.

Ia juga mengatakan bahwa berdasarkan tingkat kepuasan kinerja Jokowi juga tidak mencapai 100%, sehingga permintaan maaf tersebut ditujukan bagi masyarakat yang kurang puas dengan kinerja Jokowi.

"Dan kalau liat rating itu kan memang tidak mungkin kan ada yg suka 100% sekarang rating pak Jokowi masih 70-80% tentu masih ada sekitar 20-30% masyarakat yg tidak puas. Sangat wajar dan sangat alami," jelasnya.

Baca Juga: Ditanya Pilih Maju Pilkada atau Temani Istri Kuliah di Luar Negeri, Begini Jawaban dari Kaesang

Diketahui, dilansir dari Akurat.co, penyampaian permohonan maaf oleh Presiden Jokowi ini dikatakannya saat menghadiri acara zikir dan doa kebangsaan yang diselenggarakan di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (1/8/2024).

Acara yang digelar dalam rangka menyambut bulan Kemerdekaan tersebut menjadi momen terakhir yang dihadiri Presiden Jokowi sebagai Kepala Negara.

"Dengan segenap kesungguhan dan kerendahan hati, izinkanlah saya dan Prof K.H Ma’ruf Amin ingin memohon maaf yang sedalam-dalamnya atas segala salah dan khilaf selama ini, khususnya selama kami berdua menjalankan amanah sebagai Presiden Republik Indonesia dan sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia," kata Jokowi. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yasmina Nuha
Y