Bukan Hanya Diakibatkan Charger HP, Kepala BPBD DKI Ungkap Ini Penyebab Utama Kebakaran di Manggarai Jakarta Selatan

AKURAT JAKARTA - Kebakaran yang terjadi di pemukiman padat penduduk di kawasan Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan, pada Selasa (14/8/2024), menghanguskan ratusan rumah.
Kebakaran diduga berasal dari korsleting listrik saat pengisian daya ponsel di salah satu rumah warga di Jalan DR Saharjo I, Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan, sekitar pukul 02.30 dini hari.
Namun Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Isnawa Adji, mengungkapkan bahwa terdapat penyebab utama kebakaran selain pengisian daya atau charger HP.
"Nah ini tadi kita dapet infonya ini penggunaan nge-charge HP, ini menurut saya bukan hanya charge HP, tapi beban listriknya sudah tidak sesuai dengan daya listriknya," kata Isnawa di area parkir Pasar Raya Manggarai, Jakarta Selatan, Kamis (15/8/2024).
Isnawa menjelaskan, BPBD DKI bersama Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta menemukan bahwa korsleting listrik kerap jadi penyebab utama kebakaran di beberapa wilayah Jakarta.
"Salah satu yang kita temui karena arus pendek, setelah kita pelajari jadi instalasi listrik terutama pemukiman padat," jelasnya.
Menurutnya, banyak kawasan padat penduduk yang instalasi kelistrikannya dinilai ketinggalan zaman yang hingga saat ini masih belum diperbaharui.
"Itu kan usia kabel maksimal 20 tahun, nah bangunan banyak dibangun tahun 70 harusnya tahun 90-an dilakukan pergantian instalasi listrik, terutama kabel di dalam," katanya.
Selain itu, ia juga mengatakan penggunaan alat elektronik juga jadi penyebab kebakaran karena tidak sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI).
Baca Juga: Eksplorasi Seru di Sumedang: 12 Destinasi Wisata Terbaik yang Wajib Kamu Kunjungi!
"Kedua, penggunaan alat elektronik ini mengalami perubahan yang besar dari tahun 80/90-an ke tahun ini, sekarang kontrakan kecil aja ada kipas angin, ada charger dll, dan penggunaan elektronik itu kadang tidak SNI," tuturnya.
"Dengan itu, ketika melakukan penggunaan elektronik yang banyak, dengan beban tadi kabel yang serabut tadi tidak mungkin kekuatan menampung daya hantar listrik yang sangat besar, saya bilang tadi kontrakan kecil saja elektroniknya macem-macem," imbuhnya.
Di samping itu, ia juga sudah menyampaikan ke Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono dan Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Joko Agus Setyono terkait pergantian instalasi listrik pada kawasan padat hunian.
"Saya juga sudah sampaikan ke pak PJ dan Sekda jika ada CSR kedepan ada pergantian instalasi listrik pada kawasan padat hunian, kita harus ajak PLN," katanya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1POTRET BERINGIN JAKARTA: Dari Pengurus Pokja ke Pimpinan DPRD, Basri Baco Targetkan 13 Kursi dan Tiket Cagub DKI
- 2Prediksi Skor Parma vs Udinese di Serie A, 29 Oktober 2026: Misi Keluar dari Tren Buruk
- 3Prediksi Skor Freiburg vs Wolfsburg di DFB-Pokal, 29 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Buruk?
- 4Prediksi Skor Bournemouth vs Aston Villa di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Duel Dua Tim yang Sedang Panas
- 5Prediksi Skor Fulham vs Crystal Palace di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Momentum Kebangkitan Tuan Rumah Diuji
- 6Prediksi Skor AC Monza vs Napoli di Serie A, 29 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Partenopei di Markas Brianzoli
- 7Prediksi Skor SC Paderborn vs Stuttgart di DFB-Pokal, 29 Oktober 2026: Kesempatan Tuan Rumah Membalas Kekalahan
- 8Prediksi Skor Sunderland vs Brentford di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Misi Bangkit demi Tiket Perempat Final
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





