Jakarta

Gubernur Pramono Sebut Taman Bendera Pusaka Jawab Keluhan Warga Soal Banjir dan Polusi, Diharapkan Jadi Model dan Inspirasi Taman Kota Lainnya

Yasmina Nuha | 7 Agustus 2025, 14:37 WIB
Gubernur Pramono Sebut Taman Bendera Pusaka Jawab Keluhan Warga Soal Banjir dan Polusi, Diharapkan Jadi Model dan Inspirasi Taman Kota Lainnya

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menyebut kehadiran Taman Bendera Pusaka untuk menjawab keluhan warga soal banjir dan polusi di sekitar lokasi.

Hal itu disampaikan Gubernur Pramono saat meninjau langsung Taman Langsat di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Kamis (7/8/2025).

Taman Bendera Pusaka merupakan hasil penataan dan integrasi tiga taman ikonik di Jakarta Selatan, yaitu Taman Ayodya, Taman Langsat, dan Taman Leuser.

Baca Juga: Prediksi Skor Panathinaikos vs Shakhtar Donetsk di Kualifikasi UEL, 8 Agustus 2025: Duel Sengit Di Yunani

Penataan ini bukan sekadar memperindah taman, tetapi juga untuk menjawab keluhan lama warga tentang banjir dan bau tak sedap di sekitar taman.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengintegrasikan sistem drainase dan infrastruktur hijau dalam desain taman untuk memaksimalkan daya resap air dan sirkulasi udara.

"Baru kali ini kita membangun taman dengan pendekatan ekologis yang serius. Kita tidak bisa lagi menunda masalah banjir dan polusi bau yang mengganggu. Perlu biaya besar, iya, tapi ini investasi untuk kualitas hidup warga Jakarta," tutur Pramono.

Selain itu, penataan ini juga menjadi upaya untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan ruang terbuka hijau yang sehat, aman, dan fungsional.

"Ke depan, Taman Langsat akan dilengkapi berbagai fasilitas olahraga gratis serta sarana yang dapat diakses oleh berbagai kelompok masyarakat," ujar Pramono.

Sebagai bagian dari kebijakan taman 24 jam, kata Pramono, integrasi ini bertujuan membuka akses yang lebih luas dan adil bagi masyarakat.

Baca Juga: Waspada Tautan Pendaftaran PIP di Telegram Beredar, Prosedur Aslinya Seperti Ini

Rencana desain dan konsep taman disusun secara kolaboratif dengan melibatkan arsitek, akademisi, komunitas, dan warga.

"Taman ini akan menjadi representasi nilai kebangsaan dan sejarah Indonesia, sekaligus ruang publik modern yang siap menyambut tamu dari negara-negara ASEAN, mengingat letaknya yang strategis di kawasan Blok M yang jadi pusat kawasan ASEAN di Jakarta," katanya.

Penataan Taman Bendera Pusaka ditargetkan rampung secara bertahap dan diharapkan menjadi model taman kota yang inklusif, fungsional, dan menginspirasi pembangunan ruang publik di wilayah lainnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.