Jakarta

Kenapa Integrasi 3 Taman di Jaksel Diberi Nama Taman Bendera Pusaka? Gubernur Pramono: Ada Pesan Sejarahnya

Yasmina Nuha | 7 Agustus 2025, 15:39 WIB
Kenapa Integrasi 3 Taman di Jaksel Diberi Nama Taman Bendera Pusaka? Gubernur Pramono: Ada Pesan Sejarahnya

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung mengungkapkan alasannya menggunakan nama Taman Bendera Pusaka untuk nama penggabungan 3 taman, yaitu Taman Langsat, Ayodya, dan Leuser.

Pramono mengatakan bahwa pemilihan nama tersebut dipilih karna pihaknya menginginkan ada taman yang memiliki nilai dan pesan sejarah.

"Kenapa dinamakan Taman Bendera Pusaka? Karena kami menginginkan ada taman yang tematik, apa itu tematik? Ada pesan sejarahnya, historisnya," kata Pramono di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (7/8/2025).

Baca Juga: Wabup Tangerang Resmikan Unit Pengolahan Ikan di Jayanti, Ajak Ibu-ibu Pelaku UMKM Manfaatkan UPI untuk Produksi Makanan Hasil Perikanan

Dengan itu, kata Pramono, taman tersebut dapat menjadi pengingat bahwa kemerdekaan bangsa Indonesia tidak datang secara tiba-tiba.

"Kalau orang datang ke tempat itu mengingatkan bahwa kemerdekaan bangsa ini tidak datang tiba-tiba maka kenapa tamannya saya beri nama Taman Bendera Pusaka," tutur Pramono.

"Ada proses sejarah panjang supaya generasi yang lebih muda itu bisa mengetahui," imbuhnya.

Ia juga mengatakan, saat ini pihaknya juga gerai atau headquarter ASEAN. Ia berharap agar pihaknya bersama Kementerian Luar Negeri dapat menyelesaikannya.

"Mudah-mudahan saya bersama kementerian luar negeri segera bisa memfinalkan apa yang menjadi keinginan bersama," tukasnya.

Baca Juga: Gubernur Pramono Sebut Taman Bendera Pusaka Jawab Keluhan Warga Soal Banjir dan Polusi, Diharapkan Jadi Model dan Inspirasi Taman Kota Lainnya

Sebelumnya, Pemprov Jakarta mengubah nama penggabungan tiga taman tersebut, dari Taman ASEAN menjadi Taman Bendera Pusaka.

Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) Jakarta, Fajar Sauri mengatakan, alasan pihaknya mengubah nama tersebut karena butuh birokrasi yang panjang. Sementara, pihaknya ingin membangun taman tersebut pada tahun ini.

"Iya, untuk seandainya Taman ASEAN karena waktunya harus tahun ini kita kejar, perlu birokrasi yang panjang, perlu persetujuan antar negara," ujar Fajar.(*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.