Jakarta

Pemprov DKI Cari Solusi Atasi Kemacetan di Jalan TB Simatupang, dari Percepat Pengerjaan Proyek PAM Jaya 24 Jam Nonstop hingga Pembangunan Flyover

Yasmina Nuha | 24 Agustus 2025, 15:21 WIB
Pemprov DKI Cari Solusi Atasi Kemacetan di Jalan TB Simatupang, dari Percepat Pengerjaan Proyek PAM Jaya 24 Jam Nonstop hingga Pembangunan Flyover

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menggelar rapat terbatas bersama sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk membahas solusi kemacetan di kawasan Jalan TB Simatupang.

Wakil Koordinator Staf Khusus Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Yustinus Prastowo, mengatakan bahwa rapat tersebut menghasilkan sejumlah instruksi serta langkah strategis untuk mengurai kepadatan lalu lintas.

"Bapak Gubernur Pramono Anung menggelar rapat terbatas guna mendapatkan laporan lapangan yang lengkap, merumuskan solusi, sekaligus memberikan instruksi," ujar Yustinus dalam keterangannya, dikutip Minggu (24/8/2025).

Baca Juga: Revitalisasi Ragunan Jangan Bikin Tambah Mahal, Golkar Ingatkan Pemasukan Tak Boleh Bertumpu Pada Tiket

"Beliau telah mengarahkan beberapa langkah yang akan segera ditindaklanjuti," sambungnya.

Menurut Yustinus, Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan langkah penanganan jangka pendek dan menengah. Salah satunya dengan percepatan pengerjaan oleh PAM Jaya dan Paljaya.

"PAM Jaya dan Paljaya diinstruksikan mempercepat pekerjaan dengan sistem 24 jam non-stop, memperpendek pagar proyek, menempatkan flagman, dan langkah teknis lainnya," tuturnya.

Kemudian, lanjutnya, melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proyek galian yang tengah berlangsung, yaitu proyek IPALD Perumda Paljaya sepanjang 7 km di Cilandak serta proyek perpipaan Rusun Tanjung Barat sepanjang 4 km.

"Kedua proyek penting ini ditargetkan rampung pada Oktober dan November 2025," jelasnya.

Baca Juga: Prediksi Skor Real Oviedo vs Real Madrid di La Liga, 25 Agustus 2025: Debut Kandang Los Azules Lawan Raksasa Spanyol

Selain itu, ia menjelaskan, pihaknya berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat untuk mengatur buka-tutup pintu masuk/keluar tol pada jam sibuk guna mengurangi penumpukan kendaraan.

"Memanfaatkan area yang masih tersedia sebagai halte atau parkir sementara agar kendaraan umum tidak menumpuk di pinggir jalan saat menaikkan dan menurunkan penumpang," sambungnya.

Ia juga mengatakan, pihaknya bakal menggunakan sementara trotoar di area terdampak proyek untuk memperlebar ruas jalan, terutama di titik penyempitan (bottleneck), mengingat trotoar di lokasi tersebut saat ini belum dapat digunakan pejalan kaki.

"Memperkuat koordinasi lapangan secara terpadu antara Polri, Dinas Perhubungan, Satpol PP, MRT Jakarta, Transjakarta, dan instansi terkait lainnya," tukasnya.

Terkait informasi lalu lintas, pihaknya bekerja sama dengan Google dan platform navigasi lain untuk menampilkan informasi terkini mengenai proyek yang berlangsung, sekaligus memberikan rute alternatif bagi pengguna jalan.

Baca Juga: Gubernur Pramono Akui Kuota Lapangan Kerja di Jakarta Jauh Lebih Tinggi dari Provinsi Lain, Karenanya Rekrutmen Dibuka untuk Warga Luar Ibu Kota

Tak hanya itu, untuk solusi jangka menengah, pihaknya sedang mengkaji pembangunan underpass atau flyover di perempatan besar sepanjang Jalan TB Simatupang untuk mengendalikan arus lalu lintas.

"Pemprov DKI Jakarta berharap langkah-langkah ini dapat segera mengurai kemacetan dan memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan di kawasan TB Simatupang," harapnya.

Kepada masyarakat, Yustinus menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan akibat kemacetan di kawasan TB Simatupang.

"Kepada warga Jakarta, kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Kami juga mengimbau masyarakat untuk beralih ke transportasi umum agar volume kendaraan di jalan dapat berkurang," pungkasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.