Tinjau Kondisi 177 Pengungsi Banjir di Rawa Buaya, Gubernur Pramono Pastikan Logistik Aman

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta Pramono Anung meninjau warga terdampak banjir yang mengungsi di Masjid Jami Baitul Rahmat, Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu (24/1/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Pramono menyerahkan bantuan logistik berupa beras, minyak goreng, mi instan, kasur lipat, matras, selimut, family kit, serta pakaian anak. Bantuan tambahan juga disalurkan oleh PMI Provinsi DKI Jakarta berupa minyak penghangat tubuh.
"Pagi ini kami datang ke pengungsian di Rawa Buaya untuk memastikan kebutuhan warga terpenuhi. Bantuan disesuaikan dengan kondisi di lapangan," ujar Pramono.
Baca Juga: Tak Hanya Hujan, Gubernur Pramono Sebut Banjir Jakarta Dipicu Sampah dan Bangunan di Bantaran Sungai
Hingga Sabtu pagi, tercatat sebanyak 45 kepala keluarga atau 177 jiwa mengungsi di lokasi tersebut. Pramono memastikan seluruh pengungsi dalam kondisi sehat dan penanganan banjir terus dioptimalkan.
Ia menyebutkan, Pemprov DKI Jakarta telah menambah empat unit pompa air sehingga total pompa yang beroperasi di lokasi menjadi tujuh unit.
Selain itu, dilakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dengan intensitas dua hingga tiga kali sehari untuk menekan curah hujan.
"Tujuan utama kita adalah menurunkan curah hujan agar warga bisa segera kembali ke rumah masing-masing," katanya.
Pramono menjelaskan, banjir di Jakarta Barat dipengaruhi kiriman air dari wilayah hulu seperti Tangerang dan Tangerang Selatan melalui sejumlah sungai yang bermuara di Cengkareng Drain.
Saat ini, permukaan air di Cengkareng Drain telah turun dari 350 menjadi 315, dengan batas aman di angka 310.
"Ini terus kami kejar. Untuk ruas jalan seperti Jalan Daan Mogot, sebagian besar sudah dapat dilalui, dengan sisa satu titik genangan di KM 13," ungkapnya.
Politikus PDIP itu menambahkan, Pemprov DKI Jakarta juga telah menyetujui kebijakan work from home dan school from home menyusul curah hujan ekstrem yang mencapai lebih dari 200 milimeter per hari.
Untuk penanganan jangka menengah dan panjang, Pramono memerintahkan normalisasi Sungai Ciliwung, Krukut, dan Cakung Lama, serta mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan.
"Tanpa upaya bersama, banjir berpotensi terulang. Pemerintah dan masyarakat harus bergotong royong menjaga lingkungan," pungkasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Athletic Bilbao vs Getafe di La Liga, 25 Oktober 2026: Mampukah Los Leones Akhiri Tren Negatif?
- 2Prediksi Skor Cagliari vs Bologna di Serie A, 24 Oktober 2026: Siapakah yang Akan Kembali ke Jalur Kemenangan?
- 3Prediksi Skor Atalanta vs Frosinone di Serie A, 25 Oktober 2026: Misi La Dea Menghentikan Kejutan Tim Promosi
- 4Prediksi Skor Genoa vs Venezia di Serie A, 25 Oktober 2026: Mampukah Lagunari Lanjutkan Kejutan?
- 5Prediksi Skor Crystal Palace vs Newcastle United di Premier League, 25 Oktober 2026: Mampukah The Eagles Manfaatkan Kerapuhan Pertahanan The Magpies?
- 6Prediksi Skor Alaves vs Malaga di La Liga, 24 Oktober 2026: Misi Bangkit Tuan Rumah di Tengah Ancaman Zona Bawah
- 7Prediksi Skor Torino vs AC Monza di Serie A, 24 Oktober 2026: Mampukah Il Toro Lanjutkan Tren Positif?
- 8Prediksi Skor Real Sociedad vs Levante di La Liga, 26 Oktober 2026: Mampukah La Real Lanjutkan Tren Kemenangan?
- 9Kekurangan 464 Ribu Guru, CPNS 2027 Buka Peluang bagi Fresh Graduate
- 10Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih




