Jakarta

Bukan Hanya Diakibatkan Charger HP, Kepala BPBD DKI Ungkap Ini Penyebab Utama Kebakaran di Manggarai Jakarta Selatan

Yasmina Nuha | 15 Agustus 2024, 20:25 WIB
Bukan Hanya Diakibatkan Charger HP, Kepala BPBD DKI Ungkap Ini Penyebab Utama Kebakaran di Manggarai Jakarta Selatan

AKURAT JAKARTA - Kebakaran yang terjadi di pemukiman padat penduduk di kawasan Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan, pada Selasa (14/8/2024), menghanguskan ratusan rumah.

Kebakaran diduga berasal dari korsleting listrik saat pengisian daya ponsel di salah satu rumah warga di Jalan DR Saharjo I, Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan, sekitar pukul 02.30 dini hari.

Namun Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Isnawa Adji, mengungkapkan bahwa terdapat penyebab utama kebakaran selain pengisian daya atau charger HP.

Baca Juga: Fraksi PSI Sebut Damkar DKI Kekurangan Personel, Pemprov Janji Bakal Rekrutmen Melalui Seleksi CPNS Tahun 2024

"Nah ini tadi kita dapet infonya ini penggunaan nge-charge HP, ini menurut saya bukan hanya charge HP, tapi beban listriknya sudah tidak sesuai dengan daya listriknya," kata Isnawa di area parkir Pasar Raya Manggarai, Jakarta Selatan, Kamis (15/8/2024).

Isnawa menjelaskan, BPBD DKI bersama Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta menemukan bahwa korsleting listrik kerap jadi penyebab utama kebakaran di beberapa wilayah Jakarta.

"Salah satu yang kita temui karena arus pendek, setelah kita pelajari jadi instalasi listrik terutama pemukiman padat," jelasnya.

Menurutnya, banyak kawasan padat penduduk yang instalasi kelistrikannya dinilai ketinggalan zaman yang hingga saat ini masih belum diperbaharui.

"Itu kan usia kabel maksimal 20 tahun, nah bangunan banyak dibangun tahun 70 harusnya tahun 90-an dilakukan pergantian instalasi listrik, terutama kabel di dalam," katanya.

Selain itu, ia juga mengatakan penggunaan alat elektronik juga jadi penyebab kebakaran karena tidak sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI).

Baca Juga: Eksplorasi Seru di Sumedang: 12 Destinasi Wisata Terbaik yang Wajib Kamu Kunjungi!

"Kedua, penggunaan alat elektronik ini mengalami perubahan yang besar dari tahun 80/90-an ke tahun ini, sekarang kontrakan kecil aja ada kipas angin, ada charger dll, dan penggunaan elektronik itu kadang tidak SNI," tuturnya.

"Dengan itu, ketika melakukan penggunaan elektronik yang banyak, dengan beban tadi kabel yang serabut tadi tidak mungkin kekuatan menampung daya hantar listrik yang sangat besar, saya bilang tadi kontrakan kecil saja elektroniknya macem-macem," imbuhnya.

Di samping itu, ia juga sudah menyampaikan ke Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono dan Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Joko Agus Setyono terkait pergantian instalasi listrik pada kawasan padat hunian.

Baca Juga: Marak Spanduk Kaesang for Jakarta 2024-2029 di Sejumlah Titik di Jakarta, Begini Tanggapan Pj Gubernur Heru Budi

"Saya juga sudah sampaikan ke pak PJ dan Sekda jika ada CSR kedepan ada pergantian instalasi listrik pada kawasan padat hunian, kita harus ajak PLN," katanya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.