Jakarta

Nilai Perkembangan Ancol Perlu Inovasi Baru, Ketua Komisi D DPRD DKI: Gratiskan Tiket Masuknya

Yasmina Nuha | 13 Februari 2025, 12:03 WIB
Nilai Perkembangan Ancol Perlu Inovasi Baru, Ketua Komisi D DPRD DKI: Gratiskan Tiket Masuknya

AKURAT JAKARTA - Ketua Komisi C DPRD DKI Jakarta, Dimaz Raditya menilai, perkembangan Ancol dalam beberapa tahun terakhir masih perlu ditingkatkan.

Hal ini disampaikannya saat Rapat Evaluasi Komisi C DPRD DKI Jakarta bersama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (12/2/2025).

Dalam rapat itu, Dimaz bersama Komisi C menyoroti perlu inovasi dan terobosan baru agar Ancol terus berkembang menjadi destinasi wisata unggulan di level nasional maupun internasional.

Baca Juga: Lengkap Berikut Ini Rincian Biaya Haji 2025 Berdasarkan Embarkasih, Jakarta Rp58,8 Juta

Ia menjelaskan, salah satu gagasan yang didorong oleh pihaknya adalah mengusulkan tiket masuk ke Ancol gratis, sehingga masyarakat DKI Jakarta bisa menikmati kawasan wisata tersebut tanpa harus membayar di gerbang utama.

Sebagai gantinya, Ancol bisa mengoptimalkan pendapatan dari parkir, sewa tenan, serta kerja sama dengan mitra usaha.

"Ke depan, makanya tadi saya kasih masukan supaya (masuk) Ancol ini bisa menjadi gratis untuk masyarakat," tuturnya.

Baca Juga: SMP GIS 2 Serpong Gelar Gissense 2025, Hadirkan JUICY LUICY, Adrian Khalif dan Maisha Kanna

"Maksud saya bukan full gratis, tetap bayar parkir, tapi gate-nya dihilangkan, sehingga masyarakat DKI Jakarta bisa masuk Ancol tanpa perlu bayar tiket masuk," imbuhnya.

Dengan sistem itu, menurutnya, jumlah pengunjung akan meningkat secara signifikan. Dampaknya, para penyewa tenan dan investor pun akan lebih yakin untuk berbisnis di dalam kawasan Ancol karena adanya peningkatan jumlah pelanggan potensial.

“Saya yakin kalau (masuk) Ancol gratis, pengunjung bakal naik. Sehingga tenan-tenan yang ada sekarang maupun yang akan masuk nanti pasti lebih yakin bahwa tempat yang mereka sewa akan ramai pengunjung. Saya yakin Ancol bisa menjadi wah lagi, jadi ikon lagi,” terangnya.

Baca Juga: Seskab Mayor Teddy Dinilai Kasar Usai Tegur Paspampers Untuk Tak Payungi Presiden Prabowo

Ia juga menyoroti model bisnis Ancol yang selama ini masih bergantung pada penjualan tiket masuk. Menurutnya, strategi ini kurang efektif dalam jangka panjang.

"Kalau cuma Ancol fokus jualan tiket saja, itu bukan bisnis yang perlu dipikirkan mendalam," tegasnya.

Selain itu, dalam rapat, Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk Winarto menjelaskan, kini bisnis utama Ancol terbagi menjadi dua sektor, yakni hiburan (leisure) dan properti.

Dimaz menilai, kedua sektor tersebut harus dimaksimalkan agar tidak hanya bergantung pada tiket masuk.

Dimaz juga menekankan pentingnya menjadikan Ancol sebagai tempat hiburan yang bisa diakses oleh semua kalangan, bukan hanya masyarakat kelas atas.

“Jakarta itu penuh dengan tingkat stres yang tinggi. Masyarakat pasti butuh hiburan. Nah, hiburan yang bisa diakses semua kalangan itu harusnya ada di Ancol," katanya.

"Jangan sampai Ancol ini menjadi hiburan yang mahal. Sehingga masyarakat kelas bawah tidak bisa menikmatinya," pungkasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yasmina Nuha
Y