Pemprov DKI Target Temukan Lebih dari 70 Ribu Kasus TBC di 2025, Sudah Temukan 49 Ribu Penderita

AKURAT JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menargetkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk menemukan lebih dari 70 ribu kasus tuberkulosis (TBC) pada tahun 2025.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Ani Ruspitawati mengatakan, sampai saat ini, pihaknya sudah menemukan 49 ribu kasus.
Hal ini disampaikannya usai audiensi Gubernur Jakarta, Pramono Anung, bersama Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI, Benjamin Paulus Octavianus, dan jajarannya di Balai Kota Jakarta, Jakarta Pusat, pada Kamis (13/11/2025).
"Tahun ini Jakarta ditargetkan oleh Kementerian Kesehatan untuk menemukan 70 ribu lebih kasus TBC. Dan sampai dengan saat ini kita sudah menemukan sampai dengan 49 ribu," ujar Ani.
Ia mengatakan, sesuai arahan dari Wamenkes Benjamin, target pertama pihaknya saat ini yaitu pemberantasan kasus TBC.
"Jadi kami terus mencari tugasnya terus setidaknya sampai 70 ribu itu semuanya ketemu. Dan dari 49 ribu yang sudah ketemu, 90 persen lebih di antaranya sudah memulai pengobatan," terangnya.
Sementara itu, Wamenkes RI, Benjamin Paulus Octavianus, mengungkapkan, salah satu amanah Presiden kepada Kementerian Kesehatan, adalah memberantas penyakit TBC di Indonesia.
Menurutnya, jika Indonesia ingin menjadi negara maju, salah satu indikatornya adalah pemberantasan TBC dilakukan secara komprehensif.
"Saat ini, kita sedang membentuk Perpres baru untuk revisi Perpres No. 67 Tahun 2021, akan diubah, karena tadinya melibatkan 15 kementerian akan menjadi 35 kementerian dan badan termasuk TNI dan Polri. Kenapa? Karena, pemberantasan TBC bukan hanya segera ngobatin pasien yang sakit," tutur Benjamin.
Ia menjelaskan, pihaknya bersama Dinkes DKI sudah mengatur bagaimana obat, diagnosa, dan alat-alat medis harus ada dan dilengkapi.
"Tapi itu nggak cukup. Karena, orang sakit TBC kan karena faktor gizi, karena daya tahan tubuh yang turun. Maka, kami tadi dengan Pak Gubernur mengatur termasuk hal-hal teknis yang di luar medis," pungkasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Parma vs Udinese di Serie A, 29 Oktober 2026: Misi Keluar dari Tren Buruk
- 2Prediksi Skor Freiburg vs Wolfsburg di DFB-Pokal, 29 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Buruk?
- 3POTRET BERINGIN JAKARTA: Dari Pengurus Pokja ke Pimpinan DPRD, Basri Baco Targetkan 13 Kursi dan Tiket Cagub DKI
- 4Prediksi Skor Bournemouth vs Aston Villa di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Duel Dua Tim yang Sedang Panas
- 5Prediksi Skor Fulham vs Crystal Palace di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Momentum Kebangkitan Tuan Rumah Diuji
- 6Prediksi Skor AC Monza vs Napoli di Serie A, 29 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Partenopei di Markas Brianzoli
- 7Prediksi Skor SC Paderborn vs Stuttgart di DFB-Pokal, 29 Oktober 2026: Kesempatan Tuan Rumah Membalas Kekalahan
- 8Prediksi Skor Sunderland vs Brentford di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Misi Bangkit demi Tiket Perempat Final
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!




