Jakarta

Pemprov DKI Target Temukan Lebih dari 70 Ribu Kasus TBC di 2025, Sudah Temukan 49 Ribu Penderita

Yasmina Nuha | 14 November 2025, 07:05 WIB
Pemprov DKI Target Temukan Lebih dari 70 Ribu Kasus TBC di 2025, Sudah Temukan 49 Ribu Penderita

AKURAT JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menargetkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk menemukan lebih dari 70 ribu kasus tuberkulosis (TBC) pada tahun 2025.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Ani Ruspitawati mengatakan, sampai saat ini, pihaknya sudah menemukan 49 ribu kasus.

Hal ini disampaikannya usai audiensi Gubernur Jakarta, Pramono Anung, bersama Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI, Benjamin Paulus Octavianus, dan jajarannya di Balai Kota Jakarta, Jakarta Pusat, pada Kamis (13/11/2025).

Baca Juga: Perluas Akses Pendidikan Bagi Disabilitas, Fraksi Golkar Dorong Penambahan SLB dari 14 Jadi 44 Sekolah

"Tahun ini Jakarta ditargetkan oleh Kementerian Kesehatan untuk menemukan 70 ribu lebih kasus TBC. Dan sampai dengan saat ini kita sudah menemukan sampai dengan 49 ribu," ujar Ani.

Ia mengatakan, sesuai arahan dari Wamenkes Benjamin, target pertama pihaknya saat ini yaitu pemberantasan kasus TBC.

"Jadi kami terus mencari tugasnya terus setidaknya sampai 70 ribu itu semuanya ketemu. Dan dari 49 ribu yang sudah ketemu, 90 persen lebih di antaranya sudah memulai pengobatan," terangnya.

Baca Juga: 3 Karyawati Diduga Dilecehkan Atasan, Serikat Pekerja Gelar Demo Depan Kantor Transjakarta, Curiga Ada Oknum yang Melindungi Pelaku

Sementara itu, Wamenkes RI, Benjamin Paulus Octavianus, mengungkapkan, salah satu amanah Presiden kepada Kementerian Kesehatan, adalah memberantas penyakit TBC di Indonesia.

Menurutnya, jika Indonesia ingin menjadi negara maju, salah satu indikatornya adalah pemberantasan TBC dilakukan secara komprehensif.

"Saat ini, kita sedang membentuk Perpres baru untuk revisi Perpres No. 67 Tahun 2021, akan diubah, karena tadinya melibatkan 15 kementerian akan menjadi 35 kementerian dan badan termasuk TNI dan Polri. Kenapa? Karena, pemberantasan TBC bukan hanya segera ngobatin pasien yang sakit," tutur Benjamin.

Ia menjelaskan, pihaknya bersama Dinkes DKI sudah mengatur bagaimana obat, diagnosa, dan alat-alat medis harus ada dan dilengkapi.

"Tapi itu nggak cukup. Karena, orang sakit TBC kan karena faktor gizi, karena daya tahan tubuh yang turun. Maka, kami tadi dengan Pak Gubernur mengatur termasuk hal-hal teknis yang di luar medis," pungkasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yasmina Nuha
Y